Asmara Sekolah: Pandangan Pertama yang Mengubah Segalanya
Chapter 2: Gugup di Depan Ayla
Rangga berjalan perlahan menuju tempat duduknya, tapi langkahnya memperlambat saat ia mendekati sudut kelas. Di sana, Ayla masih duduk dengan postur yang tegak, matanya yang tajam terfokus ke luar jendela. Rangga menghela napas, memperbaiki bajunya sebelum berbicara. Ia menatap Ayla, yang masih mendenguskan senyum kecil yang tajam dan dingin. Rangga merasa seolah-olah seluruh dunia berhenti.
Ia mengatur kata-kata sapaannya, tapi mulutnya terasa kering dan suaranya parau. Ia berusaha membuka mulut, tapi tiba-tiba ia melihat Ayla menatapnya kembali, dengan ekspresi yang tidak biasa. Rangga merasa jantungnya berdebar kencang, bagai terjebak dalam kebisingan yang membuatnya tidak bisa bergerak.
Ayla memberi senyum yang kecil, seperti tanda baca yang bisa menghentikan segalanya. Rangga tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya bisa mengangguk pelan. Ia merasa seolah-olah dia tidak benar-benar ada di sini. Masa depannya, rasa sakit yang tak terucapkan, semuanya terasa terlalu besar untuk dihadapi. Rangga menyembunyikan perasaannya, tapi Ayla tahu. Dan ia juga tahu, Rangga tidak bisa mengatakan apa-apa.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.