Asmara Sekolah: Pandangan Pertama yang Mengubah Segalanya
Chapter 4: Ketika Rangga Berani Menghadap
Ketika Rangga akhirnya menghela napas dan melangkah maju, ia merasa seolah dunia berhenti berputar. Ujung kaki ia beban, semacam berat yang menggantung di antara dua dunia: dunia yang ia kenal dan dunia yang selama ini tersembunyi di balik senyum Ayla. Ia berhenti tepat di depannya, jarak antara mereka seolah menyambar jantungnya.
Ayla sedang duduk di kursi yang sama, tangan yang dingin dan lembap terletak di atas ponsel yang terlihat memancarkan cahaya keemasan. Ia tidak menoleh, tetapi Rangga tahu, ia sedang memperhatikan. Rangga meletakkan kotak makanan di meja, lalu duduk di seberangnya. Tangannya gemetar, seperti angin musim gugur yang berhembus di luar kantin.
'Apa yang kamu baca?' tanyanya, suaranya begitu samar, seakan ia tidak benar-benar ingin mengatakan apa-apa. Ayla menatap layar ponselnya, seolah itu adalah satu-satunya kehidupan yang ia tahu. Rangga merasa jantungnya berdebar seperti tali yang mencemaskan, seperti ia menghela napas, menunggu Ayla menatapnya.
Tapi Ayla tidak menatap. Ia tetap saja membaca, seolah ia tidak pernah menyadari kehadiran Rangga. Dan dalam hati Rangga, ada sesuatu yang berubah. Ia tahu, ia sekarang ada di depan pintu masuknya, dan mungkin, ia tidak akan pernah melangkah ke dalam.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.