Boneka Penukar Jiwa
Chapter 5: Bayangan yang Tidak Pernah Menghilang
Di pagi hari, sinar matahari menyelubungi rumah seperti biasa. Namun, suasana yang dianggap sebelumnya damai kini terasa aneh. Ia bangun dengan tangan gemetar, masih berpikir bahwa mimpi itu adalah satu-satunya hal yang mengejutkannya. Namun, sesuatu yang berbeda terjadi—tiba-tiba, ia mendengar desis yang tidak biasa dari sudut kamar. Suara yang tidak berasal dari alam biasa.
Ia berjalan perlahan keluar dari kamar, memandang ke luar jendela. Di depan rumah, seorang lelaki tua tergeletak di tanah, wajahnya pucat dan matanya tertutup. Ia melihatnya dengan keterkejutan. Orang yang selama ini sering muncul di keluarga—ayahnya—tapi kehadirannya sekarang terasa berbeda. Bukan hanya kematiannya, tapi juga cara ia berada di sana, seolah tidak berasal dari dunia ini.
Ia berlari ke samping lelaki tua itu, tangan gemetar. Ia menatap wajahnya. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Namun, dalam hatinya, ia merasa seolah lelaki itu melihatnya, menatapnya dengan mata yang tidak terlihat. Ia mencoba berteriak, tapi suaranya terasa seperti tertahan oleh sesuatu yang besar, seolah tertutup oleh kekuatan yang tidak terduga.
Kemudian, sesuatu terjadi. Di sudut kamar, boneka itu bergerak. Dengan cara yang tidak mungkin, boneka itu menggigil, seperti merasakan kehadiran lelaki tua itu. Ia melihat kembali ke lelaki tua—dan dalam pandangan itu, ia melihat gelap. Tidak hanya kegelapan, tapi seperti sesuatu yang lebih besar, lebih mengerikan. Ia tahu, sesuatu yang jauh lebih besar dari mimpi itu sedang menjalankan rencananya, dan ia belum siap menghadapinya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.