Diary Diet Cinta
Chapter 4: Rasa Kesal yang Membakar
Pelajaran berlangsung dengan normal, tetapi ketegangan dalam hati Fay belum pernah sebesar ini. Dia mencoba untuk fokus pada materi pelajaran, tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi. Teman di belakangnya tiba-tiba berteriak dengan suara yang cukup keras, "Woi, gendut, jangan halangi pandangan!"
Kata-kata kasar itu menghantam Fay seperti pukulan. Serentak, seluruh kelas terdengar tertawa, termasuk guru. Suara tawa itu seperti belati yang menusuk hati Fay. Dia merasa wajahnya memanas, dan tatapannya penuh dengan rasa kesal yang membakar. Ini adalah penghinaan terbuka yang membuatnya merasa sangat malu dan marah. Bagaimana mungkin teman-temannya bisa sekejam ini?
Dia mencoba untuk tetap tenang, tetapi rasa kesalnya semakin berkobar. Pada saat seperti ini, Fay merasa sangat kesepian. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi semua ejekan dan perlakuan kasar ini sendiri. Teman-temannya yang seharusnya mendukungnya justru menjadi bagian dari penyiksaan ini.
Fay merasa ditantang untuk tetap berdiri tegak dan membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar ejekan mereka. Walaupun hatinya dipenuhi dengan kemarahan dan kekecewaan, dia bersumpah untuk tidak membiarkan ejekan mereka menghancurkannya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.