Kehidupan Kota
Chapter 2 : Bab 2: Memperkenalkan Sinta
Pagi itu, Sinta bangun dengan perasaan yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Matahari pagi yang hangat menyinari wajahnya melalui jendela kamar yang terbuka sedikit. Ia menguap perlahan, lalu menatap langit biru yang cerah. Di luar, suara burung berkicau riang seakan menyambut hari baru. Sinta tersenyum, merasa bersyukur atas keindahan kecil yang selalu menemani paginya.
Ia turun dari tempat tidur dan merapikan kamarnya dengan rapi. Kebiasaan ini diajarkan oleh ibunya sejak kecil. "Rapikan tempat tidurmu setiap pagi, itu adalah awal dari hari yang baik," katanya selalu. Sinta mengikuti nasihat itu tanpa pernah merasa terbebani. Baginya, ini adalah bentuk penghormatan terhadap kerja keras ibunya yang selalu membesarkannya dengan penuh cinta.
Setelah selesai, Sinta menuju dapur di mana ibunya sudah sibuk menyiapkan sarapan. Aroma nasi goreng yang baru saja dimasak memenuhi ruangan. "Selamat pagi, Bu," sapa Sinta dengan suara lembut. Ibunya menoleh dan tersenyum hangat, "Selamat pagi, Nak. Ayo, sarapan dulu sebelum kamu pergi ke sekolah." Sinta duduk di meja makan, menikmati sarapan sederhana yang penuh dengan cinta.
Di tengah sarapan, ayahnya masuk ke rumah setelah pulang dari sawah. Wajahnya penuh dengan keringat, tapi senyumnya tetap hangat. "Selamat pagi, Sinta," sapa sang ayah. "Selamat pagi, Ayah," balas Sinta sambil tersenyum. Mereka bertiga duduk bersama, bercerita tentang rencana hari ini. Ayahnya berencana menanam padi di sawah, sementara ibunya akan membantu tetangga membuat kue untuk acara desa.
Setelah sarapan, Sinta bergegas mandi dan bersiap untuk sekolah. Ia memakai seragam putih merahnya dengan rapi, lalu mengambil tas yang sudah dipersiapkan sejak malam sebelumnya. Saat ia keluar dari rumah, Rina dan Budi sudah menunggu di depan pagar. "Sinta, cepat! Jangan sampai kita terlambat," teriak Rina sambil tertawa. Sinta berlari kecil menyusul mereka, sambil tertawa riang.
Di jalan menuju sekolah, mereka bertiga bercerita tentang rencana mereka untuk membantu membersihkan sungai di akhir pekan. "Aku sudah bicara dengan Pak RT, dia bilang kita bisa meminjam alat-alatnya," kata Budi dengan semangat. Sinta mengangguk antusias, "Bagus! Aku yakin kita bisa membuat sungai itu bersih lagi." Mereka terus bercerita, sambil sesekali tertawa kecil.
Ketika sampai di sekolah, Sinta duduk di bangkunya sambil memandang ke luar jendela. Ia tersenyum, membayangkan masa depan yang cerah. Meskipun hidupnya sederhana, ia tahu bahwa impiannya untuk menjadi seorang guru bukanlah hal yang mustahil. Dengan tekad dan kerja keras, ia yakin bisa mencapainya. Bab ini pun berakhir dengan nuansa harapan, meninggalkan jejak kesederhanaan yang indah dalam hati Sinta dan semua yang mengenalnya.
Her Eyes on Me
pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh rasa denganku. Dia meminta bantuan salah satu partnerku bapak-bapak yang berusia jauh lebih tua dariku. Laki-laki itu menghabiskan sisa waktu kegiatan di hotel dengan curhat kepada bapak itu untuk mendekatiku. Sesekali meminta bantuannya untuk memberikan gantungan kunci dan beberapa kue. Dia tidak berhenti meskipun sudah beberapa kali aku menjauh. Sampai akhirnya terungkap bahwa laki-laki itu melihatku sama dengan kekasihnya yang sudah lebih dulu meninggal. Kekasihnya meninggal karena sakit. Dia membersamai kekasihnya sampai detik akhir hayatnya. Bayangan kekasihnya muncul ketika melihatku. Tapi aku menolaknya. Aku takut dia hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya.
read more
Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia
Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan dan rahasia yang disimpan, Nara terjebak dalam perselingkuhan yang mengubah hidup tiga orang sekaligus. Saat kebohongan terasa lebih mudah daripada kejujuran, satu keputusan akan menentukan: apakah cinta masih layak diperjuangkan, atau justru harus dilepaskan selamanya?
read more
Si Bodoh yang Jenius
Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelajaran. Namun setelah dipasangkan untuk belajar bersama, Jojo perlahan kagum dengan kerja keras Maria. Maria yang dulunya selalu gagal, kini semakin berkembang berkat bimbingan Jojo. Senyuman dan semangat Maria membuat hati Jojo goyah. Semakin lama, Maria tidak hanya belajar dengan baik, tapi juga menanjak pesat hingga membuat Jojo terancam. Dari hubungan guru–murid kecil-kecilan, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan hangat yang penuh ketegangan batin karena persaingan.
read more
Lolongan Terakhir di Hutan Kelam
Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas dengan tubuh tercabik. Arman, seorang pemuda desa, mulai menemukan bahwa keluarganya terikat kutukan manusia serigala. Saat ayahnya berubah menjadi monster, rahasia kelam keluarga terkuak. Arman harus melawan bukan hanya ayahnya, tapi juga roh serigala purba yang berusaha mengambil alih tubuhnya. Dengan pisau bulan, ia berusaha menghentikan kutukan, namun setiap langkah justru menyeretnya semakin dalam ke dalam kegelapan.
read more
Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan
Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di tengah kebingungan, dihadapkan pada pilihan antara Adi—cinta lama yang kembali meminta kesempatan—dan Damar, sahabat yang tulus namun diam-diam mencintainya. Di perjalanan, Rania menemukan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan pada kenangan, tapi juga berani membuka pintu baru. Apakah Rania akan memilih cinta yang pernah menyakitinya, atau cinta baru yang penuh ketenangan?
read more
Primadona Mengejar Pecundang
Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun saat melihat keteguhan dan potensi tersembunyi Zeno, ia justru berbalik jatuh hati dan bertekad membimbingnya. Tak disangka, Zeno bukan hanya menyusulnya, tapi mengalahkannya—baik dalam pelajaran, maupun dalam permainan perasaan......
read more
Bukan Untuk Kita Bertiga
Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, yang ternyata memiliki perasaan pada Dira. Dira, yang menyadari hal itu, mencoba menjauh demi menjaga persahabatan mereka, tapi justru menyebabkan konflik batin yang lebih besar. Kisah ini menggambarkan cinta yang tidak bisa dimiliki tanpa menghancurkan sesuatu yang lain.
read more
Bukan Gamon
Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cuek dan introvert—tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Sifat Hadnyan yang suka jahil tapi tidak pernah benar-benar hadir membuat Vira bimbang: nyaman, tapi terluka. Siklus hadir-menghilang Hadnyan membuat Vira kelelahan secara emosional, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun, Hadnyan yang selama ini diam mulai berubah. Perasaan mulai jujur disampaikan, luka mulai diobati.
read more
Now You’re My Favorite Hello
Aisha, siswi baru di SMA, terjebak dalam dinamika hati antara Rian—sahabat sekaligus cinta pertamanya—dan sang kakak kelas misterius yang selalu menyapanya dengan hangat. Saat proyek, lomba, dan momen-momen tak terduga mempererat mereka, pilihan sulit menanti di akhir. Di malam purnama terakhir sebelum keputusan terungkap, hati Aisha bergetar: akankah ia memilih kenyamanan bersama Rian, atau keberanian merespons sapaan hangat sang kakak kelas? perjalanan mereka berujung pada satu momen yang menentukan segalanya…
read more