Kehidupan Kota

Chapter 4 : Bab 4: Benih Harapan di Kota Kecil

Kota kecil itu tetap seperti biasa, tenang dan damai. Udaranya hangat, jalanan berdebu, dan langit yang luas memberikan nuansa santai. Rumah-rumah kayu sederhana tampak berjajar rapi, dengan tanaman hias dan bunga warna-warni yang menghiasi halaman depan. Suasana seperti ini selalu membuat Sinta merasa betah. Ia sudah terbiasa dengan ritme lambat kehidupan di sini, di mana setiap hari terasa seperti hari yang sama, namun selalu membawa kejutan kecil yang membuatnya tersenyum.

Setelah pulang sekolah, Sinta menyusuri jalanan yang sama seperti setiap hari. Ia melangkah dengan tenang, menikmati hembusan angin yang sesekali membelai rambutnya. Di kejauhan, suara deru mesin traktor masih terdengar, mengingatkannya pada ayahnya yang mungkin masih sibuk di sawah. Tiba-tiba, ia melihat Bu Marni, tetangganya yang ramah, sedang menyapu halaman rumah. Bu Marni melambai dan tersenyum, dan Sinta pun membalasnya. "Selamat siang, Sinta! Sudah pulang sekolah?" tanya Bu Marni. "Iya, Bu. Baru pulang," jawab Sinta sambil tersenyum.

Sesampainya di rumah, aroma masakan ibu langsung menyambutnya. Sinta meletakkan tasnya di kursi dan bergegas ke dapur. "Selamat siang, Bu," sahutnya. Ibunya menoleh dan tersenyum. "Selamat siang, Nak. Ayo, cuci tangan dulu, sebentar lagi makan siang." Sinta menuruti perintah ibunya, lalu duduk di meja makan bersama ayahnya yang baru saja pulang dari sawah. Mereka bertiga makan siang bersama, sambil bercerita tentang kegiatan masing-masing. Ayahnya menceritakan tentang hasil panen yang mulai membaik, sementara ibunya bercerita tentang rencana membuat kue untuk acara desa. Sinta mendengarkan dengan antusias, sambil sesekali menambahkan cerita tentang kegiatan di sekolah.

Setelah makan siang, Sinta membantu ibunya membersihkan dapur. Mereka bercakap-cakap tentang impian Sinta untuk menjadi seorang guru. "Aku ingin mengajar anak-anak di desa ini, Bu. Aku ingin mereka bisa meraih mimpi mereka, seperti yang aku lakukan," kata Sinta dengan mata berbinar. Ibunya tersenyum bangga. "Kamu pasti bisa, Nak. Asalkan kamu terus berusaha dan tidak pernah menyerah." Kata-kata itu membangkitkan semangat Sinta, membuatnya yakin bahwa impiannya bukanlah hal yang mustahil.

Di sore hari, Sinta duduk di teras rumah sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus pelan. Ia memandang ke arah langit yang mulai berubah warna menjadi jingga, sambil membayangkan masa depan yang cerah. Meskipun hidupnya sederhana, ia tahu bahwa setiap langkah kecil yang ia ambil akan membawanya lebih dekat pada impiannya. Dengan tekad dan kerja keras, ia yakin bisa mencapainya.

Bab ini pun berakhir dengan nuansa harapan dan kesederhanaan, meninggalkan jejak indah dalam hati Sinta dan semua yang mengenalnya. Kota kecil itu mungkin tidak menawarkan kemewahan, namun ia memberikan kenyamanan dan kehangatan yang tak ternilai. Di tengah kesederhanaan itu, benih cita-cita Sinta mulai tumbuh, menandakan awal dari sebuah perjalanan yang penuh harapan.

Hot Novel

Check Out Novel Terbaru

View All

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh rasa denganku. Dia meminta bantuan salah satu partnerku bapak-bapak yang berusia jauh lebih tua dariku. Laki-laki itu menghabiskan sisa waktu kegiatan di hotel dengan curhat kepada bapak itu untuk mendekatiku. Sesekali meminta bantuannya untuk memberikan gantungan kunci dan beberapa kue. Dia tidak berhenti meskipun sudah beberapa kali aku menjauh. Sampai akhirnya terungkap bahwa laki-laki itu melihatku sama dengan kekasihnya yang sudah lebih dulu meninggal. Kekasihnya meninggal karena sakit. Dia membersamai kekasihnya sampai detik akhir hayatnya. Bayangan kekasihnya muncul ketika melihatku. Tapi aku menolaknya. Aku takut dia hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya.

read more

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan dan rahasia yang disimpan, Nara terjebak dalam perselingkuhan yang mengubah hidup tiga orang sekaligus. Saat kebohongan terasa lebih mudah daripada kejujuran, satu keputusan akan menentukan: apakah cinta masih layak diperjuangkan, atau justru harus dilepaskan selamanya?

read more

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelajaran. Namun setelah dipasangkan untuk belajar bersama, Jojo perlahan kagum dengan kerja keras Maria. Maria yang dulunya selalu gagal, kini semakin berkembang berkat bimbingan Jojo. Senyuman dan semangat Maria membuat hati Jojo goyah. Semakin lama, Maria tidak hanya belajar dengan baik, tapi juga menanjak pesat hingga membuat Jojo terancam. Dari hubungan guru–murid kecil-kecilan, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan hangat yang penuh ketegangan batin karena persaingan.

read more

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas dengan tubuh tercabik. Arman, seorang pemuda desa, mulai menemukan bahwa keluarganya terikat kutukan manusia serigala. Saat ayahnya berubah menjadi monster, rahasia kelam keluarga terkuak. Arman harus melawan bukan hanya ayahnya, tapi juga roh serigala purba yang berusaha mengambil alih tubuhnya. Dengan pisau bulan, ia berusaha menghentikan kutukan, namun setiap langkah justru menyeretnya semakin dalam ke dalam kegelapan.

read more

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di tengah kebingungan, dihadapkan pada pilihan antara Adi—cinta lama yang kembali meminta kesempatan—dan Damar, sahabat yang tulus namun diam-diam mencintainya. Di perjalanan, Rania menemukan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan pada kenangan, tapi juga berani membuka pintu baru. Apakah Rania akan memilih cinta yang pernah menyakitinya, atau cinta baru yang penuh ketenangan?

read more

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun saat melihat keteguhan dan potensi tersembunyi Zeno, ia justru berbalik jatuh hati dan bertekad membimbingnya. Tak disangka, Zeno bukan hanya menyusulnya, tapi mengalahkannya—baik dalam pelajaran, maupun dalam permainan perasaan......

read more

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, yang ternyata memiliki perasaan pada Dira. Dira, yang menyadari hal itu, mencoba menjauh demi menjaga persahabatan mereka, tapi justru menyebabkan konflik batin yang lebih besar. Kisah ini menggambarkan cinta yang tidak bisa dimiliki tanpa menghancurkan sesuatu yang lain.

read more

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cuek dan introvert—tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Sifat Hadnyan yang suka jahil tapi tidak pernah benar-benar hadir membuat Vira bimbang: nyaman, tapi terluka. Siklus hadir-menghilang Hadnyan membuat Vira kelelahan secara emosional, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun, Hadnyan yang selama ini diam mulai berubah. Perasaan mulai jujur disampaikan, luka mulai diobati.

read more

Now You’re My Favorite Hello

Aisha, siswi baru di SMA, terjebak dalam dinamika hati antara Rian—sahabat sekaligus cinta pertamanya—dan sang kakak kelas misterius yang selalu menyapanya dengan hangat. Saat proyek, lomba, dan momen-momen tak terduga mempererat mereka, pilihan sulit menanti di akhir. Di malam purnama terakhir sebelum keputusan terungkap, hati Aisha bergetar: akankah ia memilih kenyamanan bersama Rian, atau keberanian merespons sapaan hangat sang kakak kelas? perjalanan mereka berujung pada satu momen yang menentukan segalanya…

read more