Terserah Boss
Chapter 2: Kekuasaan yang Tersembunyi
Alexis tahu bahwa Clara tidak akan menolak. Ia telah menciptakan atmosfer yang berbeda, dimana setiap suara, setiap langkah, dan setiap gerakannya adalah bagian dari rencananya. Di ruangan yang dihiasi dengan jubah mutiara, menara sutra, dan senyapnya malam, ia menyampaikan perintahnya dengan nada yang menggema.
"Clara, bawakan aku pakaian yang baru. Yang terbaru, yang paling mahal, dan yang paling... indah," ujarnya, matanya menyapu pandangan tajam dan menggoda.
Clara mengangguk pelan, tapi ia tidak bisa menolak. Ia memandang Alexis dengan hati yang berdebar. Di matanya, ia merasa seperti alat, seperti objek yang bisa dipakai. Namun, ia takut. Takut kehilangan pekerjaan, takut kehilangan tempat berlindung, dan takut bahwa ini akan terus berlanjut.
"Kamu selalu memenuhi permintaanku, Clara. Karena itu, kamu adalah yang terbaik," kata Alexis dengan suara yang membangkitkan kehormatan dan ketakutan sekaligus. Clara mengangguk, duduk di sudut ruangan, dan mulai memakai rasa takutnya seperti baju yang tak pernah bisa dilepas. Ia mungkin tidak bisa menolak, tapi ia tahu bahwa ia akan membayangkan ini sebagai penghinaan.
Saat ia melangkah masuk ke dalam ruangan, Alexis merasa puas. Penghormatan yang diberikan oleh Clara memberinya kepuasan yang tak tergantikan. Ia bukan hanya seorang bos, tapi seorang pemimpin yang ditaati oleh kekuasaan dan ketakutan. Kekuasaannya semakin terasa, dan ia tahu bahwa ini akan menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.