Terserah Boss
Chapter 5: Dalam Terang yang Gelap
Dalam ruang yang semakin sempit dan dingin, Clara merasa tubuhnya tak lagi miliknya. Alexis, sosok yang telah mengendalikannya dengan kekuasaan, semakin memperketat genggaman tangan kanannya. Cuaca luar mungkin terang, tapi dalam ruang ini, hanya ada gelap, kesepian, dan rasa takut yang mengalir deras. Clara tahu, ia tak bisa kabur. Ia hanya bisa menunggu.
Alexis memutar tubuhnya perlahan, menggoyang-goyangkan Clara seperti boneka yang dihiasi kain mewah. Ia membuka kancing baju atasku dengan gerakan yang perlahan, menyalurkan kekuasaannya ke setiap halusnya. Clara tidak bisa menolak. Ia hanya bisa memejamkan mata, membiarkan dirinya dipeluk, dipandang, dan diperlakukan seperti barang yang bisa diambil, dipegang, dan dihancurkan.
Suara Alexis semakin keras, masuk ke dalam telinga Clara, menembus tengkoraknya seperti pisau yang terus-menerus menusuk. Ia memeluk tubuh Clara, mempererat jaketnya, menciptakan tameng dari ketakutan. Clara merasakan kehangatan dada Alexis yang melekat padanya, tapi ia tidak menyukainya. Ia hanya bisa menyerah. Tubuhnya terasa gemetar, pikirannya jauh, dan hatinya terluka. Ia hanya ingin pergi, tapi ia tidak bisa.
Alexis menatapnya, memandang mata Clara yang kini buram dan redup. Ia terkejut. Bagaimana Clara bisa tetap berdiri? Tapi, ia tahu, Clara tidak bisa lari. Ia hanya bisa duduk, berkata tidak, dan terus menunggu. Ia merasa semakin terjebak, tidak bisa menolak, dan semakin tidak berdaya. Ia hanya ingin pulang. Tapi, ia tidak bisa. Ia hanya bisa menunggu, menunggu akhir dari masa-masa yang paling gelap dalam hidupnya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.