Trauma Di Balik Senyuman
Chapter 2: Menjauhi Keluarga
Cika semakin lama semakin suka bermain di luar rumah, terutama setelah sekolah. Baginya, pulang hingga larut malam adalah cara untuk menghindari bertemu dengan kedua orang tuanya yang terus-terusan berantem. Rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan kasih sayang, kini hanya menjadi sumber stres dan kegelisahan baginya.
Salah satu tempat favorit Cika adalah lapangan basket di taman kota. Di sana, dia bisa melepaskan segala ketegangan dan kekecewaannya dengan bermain basket bersama teman-temannya. Basket adalah salah satu hal yang membuatnya merasa hidup dan bebas. Setiap kali dia melompat untuk melakukan slam dunk, dia merasakan seolah-olah semua masalahnya terlempar jauh.
Selain itu, Cika juga suka menghabiskan waktu untuk membaca buku di perpustakaan kota. Di antara rak-rak buku yang berjajar, dia menemukan dunia-dunia baru yang mengangkatnya dari kenyataan yang sulit. Cerita-cerita dalam buku membawa dia ke tempat-tempat yang jauh dan mengajarkannya tentang ketekunan, keberanian, dan ketabahan.
Suatu hari, ketika dia sedang berjalan-jalan di mal, Cika tanpa sengaja bertemu dengan seorang cowok yang menarik perhatiannya. Cowok itu terlihat ramah dan percaya diri. Mereka berbicara dan tertawa bersama, dan dalam waktu singkat, mereka menjadi teman dekat. Cika merasa bahwa cowok ini membawa sedikit cahaya dan kebahagiaan dalam hidupnya yang gelap.
Pertengkaran keluarganya semakin membuat pembaca merasa kesal dan prihatin dengan situasi Cika. Mereka ingin tahu apakah Cika akan menemukan pelarian dari masalahnya melalui persahabatan dengan cowok itu. Siapakah cowok misterius itu, dan bagaimana perannya dalam cerita Cika yang penuh tekanan ini?
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.