Xxx Pinggir Usia

Chapter 5: Rasa Penasaran yang Semakin Membara

Beberapa hari setelah pertemuan pertama mereka di aplikasi kencan, Nindy dan Leo semakin sering berkomunikasi. Percakapan mereka tidak lagi sebatas basa-basi atau topik ringan. Nindy mulai berani mengajak Leo berbicara tentang hal-hal yang lebih pribadi dan intim.

Suatu sore, setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Nindy berdiri di depan cermin kamarnya. Dia memakai kaos putih tipis tanpa lengan yang sedikit kebesaran. Kainnya menerawang, memperlihatkan tali bra berwarna merah muda di bahunya. Nindy menggigit bibir bawahnya, membayangkan reaksi Leo jika dia mengirimkan foto seperti ini.

Dengan jantung berdebar, Nindy mengambil ponselnya dan membuka aplikasi pesan. Dia mengambil beberapa foto diri dengan pose yang berbeda - membelakangi kamera, menoleh ke belakang sambil tersenyum malu-malu, lalu duduk di tepi tempat tidur dengan kaki ditekuk. Kaosnya sedikit tersingkap, memperlihatkan paha putih mulusnya.

Sebelum mengirimkan foto-foto itu, Nindy mengetik pesan singkat: "Aku penasaran gimana pendapatmu tentang penampilanku sekarang?" Setelah menghela napas panjang, dia menekan tombol kirim.

Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar. Leo membalas dengan emoticon mata berbentuk hati dan komentar singkat: "Kamu terlihat sangat menggoda, Nind. Aku suka banget sama gayamu sekarang."

Nindy merasakan sensasi aneh di perutnya. Ada rasa malu karena telah berani melakukan hal seperti ini, tapi ada juga rasa senang dan puas melihat reaksi Leo. Dia belum pernah merasakan perasaan campur aduk seperti ini sebelumnya.

Mereka melanjutkan percakapan yang semakin intim. Leo mulai bertanya tentang pengalaman Nindy, tentang hal-hal yang pernah dia coba atau ingin coba. Nindy menjawab sejujurnya, meski dengan sedikit ragu. Dia belum pernah membicarakan hal seperti ini dengan siapa pun.

"Sebenarnya aku masih penasaran banget sama banyak hal," tulis Nindy. "Tapi aku juga takut untuk mencobanya."

"Kamu nggak perlu takut sama aku, Nind," balas Leo. "Aku akan bantu kamu menjelajahi rasa penasaranmu, tapi kita lakukan dengan perlahan dan sesuai batasmu."

Nindy tersenyum membaca pesan itu. Ada rasa nyaman dan aman yang dia rasakan dari Leo. Mungkin ini saat yang tepat untuk lebih berani lagi. Dengan jari sedikit gemetar, dia mengetik pesan baru: "Aku mau kirim foto lain, tapi ini yang paling berani yang pernah aku lakukan. Kamu mau lihat nggak?"

Leo membalas dengan cepat: "Tentu saja aku mau lihat, Nind. Aku janji akan menghargai keberanianmu."

Nindy menarik napas dalam-dalam. Dia melepas kaosnya, hanya menyisakan bra berwarna merah muda yang senada dengan tali yang tadi terlihat. Dengan sedikit gugup, dia mengambil foto diri dari bahu ke atas, memperlihatkan wajahnya yang memerah dan tali bra yang kontras dengan kulit putihnya.

Sebelum mengirim, Nindy menambahkan pesan: "Ini aku tanpa kaos, cuma pakai daleman. Maaf ya kalau terlalu berani."

Dengan jantung berdebar kencang, dia menekan tombol kirim. Nindy langsung melempar ponselnya ke atas tempat tidur, tidak berani melihat notifikasi balasan Leo. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan, merasakan panas di pipinya.

Beberapa menit kemudian, rasa penasaran mengalahkan rasa malunya. Nindy meraih ponselnya lagi. Leo sudah membalas dengan pesan panjang yang membuat mata Nindy membelalak.

"Nind, kamu benar-benar berani dan cantik sekali. Aku sangat mengagumi kepercayaan dirimu. Aku janji akan menjaga privasimu dan tidak akan menyebarkan foto ini ke siapa pun. Kamu boleh percaya sama aku."

Di bawah pesan itu, Leo menambahkan emoticon tangan berdoa dan hati.

Nindy merasakan campuran perasaan yang aneh. Ada rasa lega karena Leo merespons dengan baik, ada juga rasa bersalah karena telah melakukan hal yang sebenarnya dia tahu tidak seharusnya dia lakukan. Tapi di balik itu semua, ada semacam kepuasan dan rasa penasaran yang semakin membara.

Malam itu, Nindy tidak bisa tidur. Pikirannya terus tertuju pada percakapan dengan Leo dan foto-foto yang telah dia kirimkan. Dia bertanya-tanya apa lagi yang akan terjadi selanjutnya, dan seberapa jauh dia akan berani melangkah dalam eksplorasi rasa penasarannya ini.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun...

Baca

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, ya...

Baca

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cue...

Baca