CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

Chapter 2: Senyum yang Tak Terlihat

Arka terdiam kaku, matanya masih terpaku pada kain putih yang menutupi mata gadis itu. Suara gaduh di sekitarnya seolah menghilang, hanya tersisa detak jantungnya yang terasa semakin cepat.

"Maafkan saya tadi..." ucap gadis itu lagi dengan suara lembut. Arka menyadari ada senyum tipis di bibirnya meskipun wajahnya tertunduk.

"Kamu... tersenyum?" tanya Arka tidak percaya. "Setelah aku membentak-bentakmu habis-habisan seperti tadi, kamu masih bisa tersenyum?"

Gadis itu mengangguk pelan. "Maaf, saya tidak bermaksud menabrak Anda. Saya sedang buru-buru karena ada janji penting."

Arka menggeleng heran. "Dasar aneh. Baru kali ini aku melihat orang yang ditabrak dan dimarahi malah minta maaf dan tersenyum."

"Tidak apa-apa, saya terbiasa dengan kondisi seperti ini," ucap gadis itu tenang. "Sejak lahir memang tidak bisa melihat, jadi saya belajar untuk selalu bersikap positif."

Arka terdiam. Ada sesuatu yang aneh dalam suara gadis itu. Seolah-olah dia bisa menebak perasaannya hanya dari nada bicara.

"Maaf, siapa namamu?" tanya Arka.

"Alina," jawab gadis itu sambil tersenyum.

"Arka," ucap Arka singkat.

"Senang berkenalan dengan Anda, Mas Arka," ucap Alina sopan. "Maaf saya harus pergi sekarang. Sampai jumpa lagi."

Sebelum Arka sempat menjawab, Alina sudah melangkah pergi dengan langkah cepat namun tetap hati-hati. Arka menatap punggung gadis itu hingga hilang di balik pintu gedung.

"Dasar aneh," gerutu Arka dalam hati. "Baru kali ini ada orang yang bisa membuatku diam seperti tadi. Seorang gadis buta pula."

Arka menggeleng-gelengkan kepala, berusaha mengusir bayangan senyum Alina dari pikirannya. Tapi senyum itu seolah menempel erat, membuat dadanya terasa sesak.

"Sudah, lupakan saja," batin Arka. "Hanya gadis aneh yang kebetulan menabrakku pagi ini."

Tapi entah mengapa, langkah Arka terasa lebih berat memasuki gedung kantornya. Ada sesuatu yang berubah dalam dirinya, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Dan di ujung sana, Alina tersenyum sendiri sambil melangkah menuju tujuannya. Tanpa melihat, ia bisa merasakan pandangan Arka yang masih tertuju padanya.

"Terima kasih, Mas Arka," bisik Alina lirih. "Terima kasih sudah membuatku merasa ada yang berbeda pagi ini."

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Ketika Bertahan Tak Lagi Bernama Cinta

Raka dan Alena adalah pasangan lama yang bertahan bukan karena bahagia, melainkan karena takut kehilangan. Di balik hubu...

Baca

CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

seorang CEO muda yang sukses namun dingin Dan tertutup akibat penghianatan di masa lalunya. hidupnya berubah ketika bert...

Baca

le

harus bisa

Baca

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca