CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta
Chapter 5: Cara Alina Melihat Dunia
Arka memegang lengan Alina erat-erat saat mereka menyeberang jalan. Langkah mereka seirama, Arka memandu Alina melewati kerumunan pejalan kaki yang lalu lalang. Di tengah jalan, Alina tiba-tiba berhenti dan berkata, 'Kau tahu, Pak Arka, aku bisa 'melihat' warna rambutmu hanya dari suaranya.' Arka terkejut. 'Maksudmu?'
Alina tersenyum. 'Iya, suara langkahmu berbeda dengan orang lain. Lebih mantap dan tegas. Seperti suara warna coklat tua yang kaya dan dalam.'
Arka tertawa pelan. 'Aku tidak pernah berpikir suara bisa menggambarkan warna.'
'Semua indera kita bisa saling menggantikan jika kita belajar memakainya,' kata Alina sambil meraba udara di sekitar mereka. 'Aku bisa tahu kita sudah sampai di trotoar seberang karena suara kendaraan berubah arah. Dan aku mencium aroma kopi dari kedai di sana.'
Mereka tiba di seberang jalan. Arka masih memegang lengan Alina, tidak ingin melepaskannya. Tiba-tiba ia menyadari bahwa selama ini ia hanya melihat dunia dari sisi kekuasaan dan uang. Alina mengajarkannya untuk merasakan dunia dengan cara yang berbeda.
'Terima kasih sudah menyeberangkan saya, Pak Arka,' kata Alina lembut.
Arka menatap wajah Alina yang tidak bisa melihatnya. 'Tidak usah terima kasih. Lain kali, jangan coba-coba menyeberang sendiri, mengerti?'
Alina mengangguk. 'Baik, Pak Arka.'
Arka melepaskan tangannya dari lengan Alina. Ia berdiri diam sejenak, memperhatikan Alina yang mulai berjalan menjauh dengan tongkatnya. Ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Sesuatu yang hangat dan baru.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.