Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Chapter 5: Aroma Kopi Pahit dan Cuek yang Menguap

Kantin sekolah berubah menjadi gelanggang pertarungan tanpa darah saat Alya menemukan Raka tertawa lebar di antara selimut asap rokok dan gengnya. Dua helai rambutnya menyenggol bahu Mita—anggota Psychopath Crew satu-satunya perempuan—yang sedang asyik memoles kuku dengan cat berwarna gasoline rainbow. Raka melemparkan pandangan sekilas ke arah Alya, sebelum sengaja mengalihkan percakapan ke modifikasi knalpot baru.

Senyum palsu Raka menggantung di sudut bibir ketika Alya meletakkan kotak bekal berisi nasi goreng spesial—resep yang dulu selalu mereka masak bersama. "Simpan aja, gue baru makan," ujarnya sambil menepuk perut yang kini dibalut kaus distressed bergambar tengkorak bermotor. Dari seberang kantin, Nino mengamati adegan itu sambil mencatat sesuatu di buku sketsanya.

Bunyi gesekan sendok terhadap meja membelah keheningan. Alya tak menyadari tangannya sedang meremas botol minum sampai plastiknya penyok. "Janji kita kemarin..." ucapnya terengah. "Woi, serius lo masih inget?" Raka menyela, gelak tawanya bersatu dengan suara mesin motor yang sedang dipamerkan Sanggar.

Di pojokan perpustakaan, Nino menyerahkan termus kedua bertanda strip merah. "76% breakup terjadi karena kedinginan emosional," bisiknya sambil memperlihatkan grafik hubungan suhu dan kecepatan reaksi kimia. Matanya yang biasanya tak berani menatap langsung kini menancap dalam ke bola mata Alya. "Dia adalah anabolisme sempurna yang sudah berubah menjadi reaksi eksoterm."

Pukul 17.23, lapangan basket menyaksikan Raka sedang mengajari Mita cara riding yang benar. Tangannya dengan santai memegang pinggang perempuan itu, persis seperti saat ia pertama kali mengajari Alya bersepeda motor. "Jangan goyah, baby," ucapnya dengan nada mesra yang asing di telinga Alya. Dari balik bangku tribun, tiga origami burung jatuh dari tasku Nino yang selalu terbuka.

Sebuah pesan WhatsApp masuk dari Raka: "Gue ada acara night ride sampe pagi, mungkin besok baru bisa bales chat." Gambar profilnya kini berganti dengan foto bareng Psychopath Crew di depan mural tengkorak bermotor. Alya meremas botol minum hingga pilox merah dari stiker geng itu menempel di telapak tangannya.

Malam itu, Alya duduk di bawah pohon jeruk purut. Jarinya menelusuri garis-garis retakan pada pot kintsugi pemberian Nino saat tiba-tiba sebuah botol kaca mendarat di pangkuannya. Di dalamnya, kertas piano roll bertuliskan notasi “Someone You Loved” dengan lirik tambahan: "Iapetus Line di Saturnus mungkin pecah, tapi bulan harapan tetap berputar di orbitnya." Dari balik semak, langkah kaki cepat berlarian menjauh disertai suara tas daur ulang yang khas.

Percakapan panas di lorong belakang sekolah:

  • 𓇢 Raka menyandar ke dinding dengan ekspresi tak peduli: "Lo jadi lebay, tahu? Gue masih pacaran sama lo, cuma lagi banyak urusan geng."
  • 𓇢 Alya menunjuk jaket kulit Raka: "Psychopath Crew lebih penting dari aku?"
  • 𓇢 Bau parfum Dior Sauvage dan minyak kayu putih bertabrakan lagi saat Nino melewati mereka tanpa kata

Pecahan kaca berserakan ketika Raka melemparkan helm hadiah ulang tahun ke tembok. "Ini yang lo mau kan? Gue cuekin lo agar lo sadar gue tipe cowok kayak gimana!" Teriakan itu mengembun di udara dingin. Tanpa disadarinya, kaktus kintsugi di ambang jendela kamar Alya sedang mekar bunga kecil berwarna lavender—pertama kali dalam tiga tahun.

Esok harinya, kotak flanel biru penuh memorabilia hubungan Alya-Raka tersandang di tempat sampah belakang sekolah. Saat bel pulang berbunyi, Nino berdiri dengan tangan bergetar memegang buku catatan basah kuyup. Di halaman terakhir, sketsa wajah Alya tersenyum dengan tulisan "CCDC200—Courage to Cure Damaged Chemistry". Sementara itu, raungan mesin motor Raka telah sampai di tikungan Jalan Dahlia yang aspalnya masih mengkilap basah.

Matahari terbenam menyisakan bunga berwarna tembaga di langit. Alya menatak partirempah lemon di buku catatan Nino yang rusak akibat hujan kemarin. Dari jauh, Mita tertawa ngakak di atas motor Raka yang baru dimodifikasi. Entah kenapa, bau minyak kayu putih di ketiak Nino tiba-tiba terasa lebih menenangkan daripada apa pun.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun...

Baca

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, ya...

Baca

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cue...

Baca