Cinta Tanpa Suara
Chapter 3: Bab 3: Pertemuan Kembali dalam Keramaian
Keramaian kota yang hiruk-pikuk seolah tak mampu mengalihkan perhatiannya. Langkah kaki yang berdesakan, suara klakson mobil yang saling bersahutan, dan gemuruh obrolan orang-orang di sekitarnya, semuanya terasa seperti latar belakang yang kabur. Di tengah semua itu, matanya tiba-tiba tertuju pada sosok yang tak asing. Dia, yang pernah ditemuinya di taman itu, berdiri di seberang jalan, dikelilingi oleh kerumunan orang yang berlalu-lalang. Tatapannya langsung tertangkap, dan untuk sejenak, waktu seolah berhenti.
Dia tersenyum, sebuah senyuman kecil yang penuh kehangatan, seolah mengakui keberadaan mereka di tengah keramaian ini. Hatinya berdegup kencang, rasa ingin tahu yang selama ini terpendam mulai menggelora. Apa yang ada di balik tatapan itu? Apa yang tersembunyi di balik senyumannya yang begitu menenangkan? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di kepalanya, membuatnya tak bisa berpikir jernih.
Mereka tak sempat bertukar kata. Keramaian kota yang sibuk memisahkan mereka, memaksa mereka untuk terus melangkah ke arah yang berlawanan. Namun, tatapan singkat itu telah meninggalkan kesan mendalam. Hatinya perlahan mulai terbuka, dan rasa penasaran itu semakin membara. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Pertemuan ini, meski singkat, telah memicu sesuatu yang tak terduga. Dan dalam hatinya, ada harapan bahwa pertemuan berikutnya akan membawa jawaban atas semua pertanyaan yang menggelora.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.