Cinta di Antara Tawa
Chapter 3: Bab 3: Raka dan Senyum yang Selalu Gagal
Raka berdiri di depan cermin di kamar kosnya, mencoba berbagai ekspresi wajah. "Hai, Dinda!" ujarnya dengan senyum lebar, lalu menggeleng. "Terlalu berlebihan." Dia mencoba lagi, kali ini dengan senyum kecil dan anggukan kepala. "Hmm, mungkin ini cukup?". Namun, begitu Raka membayangkan wajah Dinda, senyumnya langsung hilang digantikan oleh rasa panik yang tiba-tiba.
Di kampus, Raka memutuskan untuk mengambil langkah berani. Dia melihat Dinda sedang duduk sendiri di taman, membaca buku. Jantungnya berdebar kencang saat dia berjalan mendekat. "Eh, Dinda! Apa kabar?" Dia mencoba bersikap santai, tapi suaranya justru terdengar seperti sedang mencoba meniru karakter kartun.
Dinda mengangkat kepala, sedikit bingung tapi tersenyum. "Hai, Raka. Kabar baik, kok." Dia menutup bukunya, memberi perhatian penuh pada Raka yang tiba-tiba merasa lidahnya seperti terbelit. "Aku cuma mau bilang, eh..." Raka berhenti, mencoba mengatur napas. "Eh, apa ya?" Dia menggaruk-garuk kepala, wajahnya memerah.
Ketika Raka mencoba untuk terus berbicara, kakinya tanpa sengaja tersandung batu kecil dan membuatnya hampir jatuh. Dinda berusaha menahan tawa, tapi akhirnya tertawa juga. "Raka, kamu lucu banget sih!" ujarnya sambil tertawa. Raka merasa malu, tapi melihat Dinda tertawa justru membuatnya ikut tersenyum, meskipun dengan wajah yang masih merah.
Momen itu menjadi awal dari percakapan ringan mereka yang dipenuhi dengan canda dan tawa. Meski Raka masih sering salah tingkah, dia mulai merasa lebih nyaman berada di dekat Dinda. Namun, di dalam hati, Raka masih berusaha mencari cara untuk membuat kesan yang lebih baik, karena dia sudah mulai menyadari, mungkin ada sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan yang dia rasakan.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.