Friendzone? Think Again
Chapter 1: Dugaan yang Salah
Emily mungkin bukan tipe orang yang suka spekulasi, tetapi hari itu, dia terdiam di depan ponselnya, bacaan pesan yang masuk dari Ryan membuatnya tidak nyaman. 'Aku akan mengajakmu ke mall hari ini, kalau kamu punya waktu,' tulis Ryan. Di akhir pesan, ada emoji kucing yang nyentrik. Emily mencibir, 'Aku hanya akan ke mall, bukan seperti yang kamu pikirkan.' Tapi pesan itu terlalu misterius untuk diabaikan.
Malam itu, Emily menyetujui ajakan Ryan, dan seolah-olah itu adalah keputusan yang mudah. Tapi ketika mereka tiba di mall, suasana yang penuh kehidupan, lampu neon menyala-nyala, dan dering musik yang menyenangkan, justru membuatnya merasa tekanan yang tidak ia harapkan. Ryan berdiri di sampingnya dengan tawa hangat, seperti sedang menikmati permainan yang ia kira adalah permainan biasa. Tapi Emily tahu, semua orang di sekitar mereka mulai memperhatikan mereka. Dan itu membuatnya merasa seperti sedang menjadi bahan perbincangan.
Suara tertawa dari sekelompok teman yang berjalan melewati mereka, memanggil Ryan dengan nama kecilnya. 'Ah, Ryan, si pangeran yang baru saja mendapat perempuan eksklusif,' canda salah seorang teman. Emily menghela nafas, tapi Ryan hanya tersenyum lebar, seolah-olah itu adalah hari yang biasa. Sedangkan di dalam hatinya, Emily merasa seperti sedang menjalani misioni yang salah, yaitu, 'Aku bukan sedang kencan!'
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.