Kamar 404: Hotel Terlarang
Chapter 2: Lukisan yang Menatap
Koridor gelap perlahan terselubung dalam bayangan yang tak pernah bergerak. Lampu di langit-langit tenggelam dalam kegelapan, menghasilkan sinar yang memantul di lantai karpet berdebu. Angin dingin menyelinap lewat jari-jari traveler, menyusup masuk ke dalam tulang. Ia menghela napas, menatap ke depan dengan kaki tegak lurus di lantai yang menusuk kulit kaki. Di sisi kiri dan kanan, dinding berlumur tumbuhan liar yang tumbuh secara alami, menjelma menjadi tumbuhan di dinding kamar yang tak terlihat.
Ia berjalan perlahan, takut untuk mengangkat suara. Sesekali, terdengar suara gesekan yang mirip dengan tangan yang bergerak di dinding, seolah seseorang sedang memperbaiki sesuatu yang sudah lama rusak. Ia menghentikan langkahnya, berusaha mendengarkan suara langkah kaki yang tadi mendekat. Tapi, tidak ada suara yang terdengar. Hanya angin yang jadi penjaga tiba-tiba di koridor gelap.
Tiba-tiba, di dinding depannya, ia melihat sesuatu. Lukisan kuno, dengan warna cat yang sudah terkontaminasi oleh kotoran dan waktu. Seorang wanita berpakaian hitam, dengan wajah tenggelam dalam bayangan, memandangnya dengan mata yang seakan ingin menembus ke dalam. Ia menatap tajam, seperti mengingat sesuatu yang sudah lama terlupakan. Ia menggigil, mengira ini adalah sisa dari seorang penghuni yang tertidur panjang. Tapi, semakin ia mengamati, semakin ia yakin bahwa lukisan itu sedang menatapnya dengan tujuan yang jelas.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.