Kamar 404: Hotel Terlarang
Chapter 3: Malamp Pertama
Bab 3 dimulai dengan kaki traveler terjebak dalam tidur yang gelap, seperti sedang terapung dalam samudera penyimpangan. Tidak ada suara yang bersuara, hanya setetes air yang jatuh dari langit-langit yang antik, menggema di dalam ruang yang tidak pernah sepi. Di dalam mimpi, ia berubah menjadi seorang pembunuh, tangan yang sebelumnya tidak pernah membunuh kini berdarah, dan pisau yang bersinar di bawah cahaya bulan memantulkan bayangan yang penuh misteri.
Pisau itu bergerak dengan sendirinya, mengarah ke seseorang yang tak pernah ia ketahui identitasnya. Ia berdiri di dalam ruangan yang samar, seperti ruang kamar di dalam hotel tua, dinding yang berlumur tumbuhan liar sepertinya menghiasi perjalanan akhir hidupnya. Siapa pun yang berada di dalam ruangan ini, tidak akan pernah keluar, kecuali jika ia mengambil keputusan yang benar.
Cahaya redup menembus dari sela-sela jendela yang telah rusak. Mimpi itu semakin dalam, menggambarkan saat ia menjadi pembunuh yang tidak bisa dihentikan. Anda tahu, mungkin ia adalah salah satu dari mereka yang sudah lama tinggal di sini, dalam kamar 404 yang keberadaannya tidak bisa dipahami oleh kehidupan nyata. Dan sekarang, ia berada di dalam mimpi itu, dan tidak ada cara untuk menolaknya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.