Kereta Cinta SMA
Chapter 1: Mimpi di Balik Jendela Kereta
Pagi itu, Rizki berdiri di tepi peron sambil menatap rel kereta yang masih sepi. Suara burung-burung kecil berkicau di atas pohon pinggir stasiun seolah menjadi pengiring sunyi harapannya. Angin pagi yang sejuk menyentuh wajahnya, membawa aroma segar embun yang belum hilang sepenuhnya. Ia menarik napas dalam-dalam, perlahan melangkah ke dalam gerbong kereta yang mulai dipenuhi penumpang. Seperti biasa, ia memilih tempat duduk di dekat jendela, tempat di mana ia bisa melamun tanpa gangguan.
Rizki adalah sosok yang pendiam. Ia jarang berbicara, bahkan pada teman-temannya sendiri. Tapi matanya selalu memancarkan sesuatu yang dalam, sesuatu yang tak terucapkan. Pagi ini, hatinya terasa lebih berat daripada biasanya. Ia menyimpan harapan, sebuah keinginan yang tersembunyi jauh di dalam dirinya. Keinginan untuk menemukan sesuatu, atau mungkin seseorang, yang bisa membuat hidupnya lebih berarti.
Saat kereta mulai bergerak, Rizki menatap keluar jendela. Pemandangan kota yang perlahan berubah membawa pikirannya melayang. Ia membayangkan diri di suatu tempat, di suatu waktu, di mana ia bisa membuka dirinya sepenuhnya. Senyum tipis mengembang di bibirnya, menandai awal hari yang biasa namun penuh harapan. Di dalam hati, ia berbisik, 'Mungkin hari ini berbeda.' Kereta terus melaju, membawa Rizki dan impiannya menuju hari baru yang masih misterius.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.