Langit dan Luka: Kisah Cinta Dua Dunia
Chapter 3: Keributan di Kelas
Saat ulangan berlangsung, suasana kelas terasa lebih serba memaksa. Raka, seperti biasa, mengganggu keadaan dengan berbagai gerakan tidak terduga. Ia tiba-tiba memutar kepala ke arah Aruna, berseru, "Aduh, kapan nih soalnya habis?" Suara riuhnya membuat seluruh kelas terdiam sejenak, lalu kembali berbisik. Aruna menghela napas, merasa kepalanya memusingkan. Tangannya gemetar sejenak. Ia segera mengingatkan diri sendiri bahwa ini hanya kebetulan dan tidak boleh mengganggu fokusnya. Namun, Raka tidak pernah menghentikan usahanya untuk mengganggunya.
Keributan Raka terus berlanjut. Ia bahkan memegang papan tulis dan memukulnya dengan tangan kanannya, sembari tertawa kecil. Matanya mencuri pandang ke arah Aruna, meski ia berusaha mengabaikan. Aruna tidak bisa menahan rasa marah yang muncul. Ia memandang Raka, yang seperti biasa, tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya. Kebencian itu semakin menguat. Ia merasa dihina, diancam, dan bahkan dipermainkan. Ia tidak tahu mengapa ia merasa begitu, tapi jantungnya berdebar seperti selalu menghadapi krisis.
Dalam suasana yang semakin lama menjadi kacau, Aruna semakin menyadari bahwa ia tidak bisa mengabaikan Raka. Ia tidak tahu apakah ini akan berubah, atau apakah ia akan tetap menyukai Raka—atau semakin benci.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.