Langit dan Luka: Kisah Cinta Dua Dunia
Chapter 5: Pertemuan yang Kacau
Pertemuan belajar pertama mereka dijadwalkan di perpustakaan sekolah. Aruna datang dengan rasa takut dan kekecewaan, memikirkan bagaimana mungkin ia harus menghadapi Raka, yang selama ini sering membuatnya tak nyaman. Namun, ketika ia tiba dan melihat Raka duduk melipat lengan dengan senyum tipis, ia merasa semakin frustrasi.
Raka segera memulai pertemuan dengan memasukkan ponselnya ke dalam saku dan mengangkat bahunya. "Kita bisa begini, Aruna. Kamu bantu aku belajar, aku bantu kamu cek sambil jalan," ujarnya dengan suara yang terdengar menggoda. Aruna menghela napas, tak tahu harus marah atau mengenang kejadian lalu. "Kita harus serius, Raka," jawabnya dengan suara dingin.
Tapi Raka tidak menuruti. Dari awal, ia tampak tidak serius, sesekali tertawa tanpa alasan, atau menggoda Aruna. "Apa kamu egois, Aruna? Banyak orang yang ingin belajar tapi kamu malah nggak mau," celotehnya. Aruna, yang tidak bisa menahan rasa marahnya, langsung membalas dengan kata-kata tajam.
Perdebatan mulai memanas. Suasana dalam ruang perpustakaan mulai terganggu oleh kekacauan mereka. Beberapa murid lain yang melalui perpustakaan melihat ke arah mereka, memperhatikan percakapan yang dilakukan Aruna dan Raka. Raka terus-menerus tertawa, sementara Aruna merasa seperti menghadapi musuh yang tidak bisa ia tangani.
Di akhir pertemuan, Aruna memutuskan untuk pulang dengan rasa kecewa dan frustrasi. Ia merasa bahwa ini bukan hanya pertemuan belajar, tapi juga permainan yang tidak ia pahami. Namun, di dalam hatinya, ia sadar bahwa ia harus terus berjuang, meski dengan lawan yang tak ia kira akan menggoda sebegitu rupa.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.