Lolongan Terakhir di Hutan Kelam
Chapter 1: Tanda-tanda Bahaya di Hutan Terkutuk
Kabut pagi yang dingin menyelimuti Desa Jerambai seperti selimut kotor yang terjuntai di antara pepohonan. Bau anyir darah sudah menyergap hidung Bagus sebelum ia melihatnya—seekor kambingnya yang paling besar terbaring di lumpur dengan perut terkoyak, usus berkelompok seperti ular pucat yang keluar dari perut yang bolong. Darah hitam menggenang di tanah beku, membentuk pola aneh seperti simbol-simbol kuno yang tak bisa ia baca.
Parang di tangan Bagus bergetar. Bukan ini kali pertama. Sepekan terakhir, lima ekor ternak warga telah mati dengan cara serupa. Luka-lukanya bukan dari gigitan serigala atau cakar beruang. Irisannya terlalu rapi, terlalu... sengaja, seolah-olah sesuatu yang memiliki kecerdasan sedang bereksperimen.
Malam itu, jeritan perempuan memecah kesunyian. Warga berkerumun di pinggir hutan dengan obor-obor yang menari-nari liar, menerangi seekor sapi betina yang tergantung terbalik di dahan rendah. Kulitnya telah dikuliti dengan sempurna, otot-otot merah merekah berkilat dalam cahaya api, tapi yang paling mengerikan—tidak setetes darah pun yang menetes. Seolah semua cairan tubuhnya telah dihisap habis.
Pak Lurah, lelaki berjanggut kelabu yang biasanya tegas, kini gemetar memegang pisau tradisionalnya. 'Ini Jailangkung,' bisiknya, suaranya pecah. 'Mereka bilang hutan ini dijaga roh penunggu, tapi selama kita tak mengganggu...' Kilatan cahaya bulan membuat bayangan di belakangnya bergerak aneh, seperti sesuatu yang jauh lebih tinggi dari manusia membungkuk di antara pepohonan.
Bau belerang tiba-tiba menyengat. Dari dalam hutan, suara ranting patah bergema seperti tulang yang remuk. Para petani saling pandang, obor-obor mulai redup meski tak ada angin. Ketika teriakan pertama pecah, semua orang lari tunggang langgang—tapi Bagus bersumpah, di antara hiruk pikuk itu, ia mendengar suara tawa parau bergema dari kegelapan... dan suara itu terlalu manusiawi untuk berasal dari binatang.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.