Meraih Mimpi
Chapter 3: Malam yang Hangat, Hati yang Bergetar
Nisa memasuki kamar kosannya dengan perasaan lelah namun bahagia. Ia langsung melempar tasnya ke atas tempat tidur sambil merapikan rambutnya yang lembab. Teman sekamarnya, yang sudah lebih dulu ada di kamar, menatapnya dari balik buku yang sedang dibacanya.
'Capek, ya?' tanya teman sekamarnya, Lesti, sambil menutup bukunya.
Nisa mengangguk sambil tersenyum. 'Iya, tapi seneng juga akhirnya bisa bertemu teman-teman baru.' Ia melanjutkan, 'Tadi malah ada yang membantu aku karena aku tersesat di kampus.'
Lesti tertarik. 'Oh, siapa dia? Ganteng?'
Nisa merona. 'Memang.'
Mereka berdua tertawa. Suasana kamar menjadi hangat. Di luar, suara jangkrik dan cahaya neon yang menerangi jalan menemani mereka.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Nisa duduk di sebelah Lesti. Mereka berbincang tentang berbagai hal, dari kuliah hingga kehidupan pribadi. Nisa merasa nyaman berbagi cerita dengannya.
'Kamu tahu, Nisa, aku dulu pernah punya pacar yang tidak serius,' ujar Lesti sambil tersenyum.
Nisa penasaran. 'Oh, kenapa? Katanya sih aku tidak cukup untuknya.' Lesti menggelengkan kepala. 'Tapi aku sadar, mungkin dia tidak pantas buat aku.' Ia menatap Nisa. 'Kamu lebih beruntung, karena Rofi terlihat baik.'
Nisa tersenyum malu-malu. 'Aku juga pikir dia baik, tapi aku takut kecewa.' Ia diam sejenak. 'Tapi, mungkin ini pertama kalinya aku merasa seperti ini pada seseorang.'
Lesti mengangguk. 'Jika hati sudah merasa nyaman, mengapa tidak? Yang penting jaga hati dan tetap jadi diri sendiri.'
Nisa merasa lega. 'Kamu benar, Lesti. Terima kasih.'
Malam itu, Nisa merasa betah berbincang dengan teman sekamarnya. Ia merasa terlindungi dan bahagia dalam persahabatan mereka. Meskipun tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, Nisa siap menghadapi semuanya dengan hati yang lapang.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.