Nanti Juga Sembuh Sendiri
Chapter 2: Tumbuhnya Persahabatan
Setelah pertemuan pertama mereka di sekolah, Asha dan Arya mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Pagi itu, matahari bersinar terang, udara segar mengalir pelan di antara pepohonan di halaman sekolah. Asha, yang biasanya duduk sendirian di bangku taman sekolah, kini ditemani oleh Arya. Mereka berbincang tentang segala hal, mulai dari pelajaran hingga mimpi yang ingin mereka capai. Arya, yang biasanya pendiam, merasa nyaman untuk bercerita di depan Asha. Begitu juga dengan Asha, yang menemukan kedamaian dalam kehadiran Arya.
Hari demi hari, mereka mulai saling mengerti satu sama lain lebih dalam. Mereka mulai berbagi rahasia kecil, tertawa bersama, dan bahkan saling membantu saat menghadapi masalah. Suatu sore, setelah jam pelajaran usai, mereka memutuskan untuk mengerjakan tugas bersama di perpustakaan. Saat itu, cahaya jingga senja masuk melalui jendela perpustakaan, menciptakan suasana yang hangat. Asha memandang Arya, yang sedang serius membaca buku, dan tiba-tiba tersenyum. Ia merasa bersyukur telah menemukan seseorang yang bisa membuatnya merasa diterima apa adanya.
Persahabatan mereka semakin erat, dan keduanya mulai menyadari bahwa mereka memiliki banyak kesamaan. Mereka sering menghabiskan waktu sore hari bersama, berbincang di bawah pohon rindang di belakang sekolah atau berjalan pulang bersama sambil berbagi cerita. Kedekatan itu tumbuh tanpa mereka sadari, membawa keduanya ke dalam ikatan yang semakin sulit dipisahkan. Meskipun belum ada yang mengungkapkan perasaan yang lebih dari sekadar teman, benih-benih itu mulai tumbuh diam-diam di hati mereka masing-masing.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.