Si Bodoh yang Jenius
Chapter 1 : Gangguan Tak Terduga
Kelas XII IPA 1 terasa pengap di pagi itu. Kipas angin di langit-langit berputar malas, tak mampu mengusir udara panas yang menyengat. Jojo duduk di barisan tengah, tangannya menopang dagu sementara jari-jemarinya yang ramping mengetuk-ngetuk permukaan meja kayu yang sudah penuh coretan. Matanya yang sipit mengamati sekeliling dengan pandangan merendah—seperti biasanya. "Bodoh semua," gumamnya dalam hati saat melihat teman-temannya yang sedang ribut membahas pertandingan sepakbola semalam.
Ketika bel masuk berbunyi, pak Rudi—guru matematika berkumis tebal—masuk dengan langkah berat. Tapi bukan kehadiran gurunya yang membuat Jojo menegakkan badan. Di belakang pak Rudi, berdiri sebuah siluet yang langsung menyedot semua perhatian di ruangan itu. Gadis itu melangkah maju, dan seketika Jojo merasa mulutnya agak kering.
"Kelas, ini Maria Lim, siswi pindahan dari Surabaya," ujar pak Rudi dengan suara berat. Maria tersenyum kecil, tangannya yang mungil memainkan ujung rambut hitam legam yang terjuntai sampai pinggang. Kulitnya pucat bak porselen, kontras dengan seragam putih abu-abu yang dikenakannya. Ketika matanya—yang besar dan berbinar seperti batu kecubung—berkeliling ruangan, Jojo dengan sadar menegakkan postur tubuhnya.
Tapi kemudian sesuatu yang tak terduga terjadi. Ketika pak Rudi menyuruh Maria duduk di bangku kosong di sebelah Jojo, gadis itu justru tersenyum lebar dan mengangkat tangan. "Permisi pak, kalau boleh saya minta duduk di bangku belakang saja? Soalnya kalau di depan nanti saya gampang ngantuk." Suaranya ringan seperti gemerincing lonceng, memancing tawa kecil dari beberapa siswa. Jojo mengerutkan kening. "Dia berani menolak tempat duduk di sebelahku?" bisik hatinya yang sombong.
Sepanjang pelajaran, Jojo tak bisa fokus. Dari kaca jendela di sampingnya, pantulan cahaya matahari pagi menyorot rambut Maria yang berkilau seperti sutra setiap kali dia menggelengkan kepala. Aroma wewangian bunga yang samar-samar menyertainya membuat hidung Jojo berkedut. Tapi yang paling membuatnya kesal adalah cara Maria tertawa lepas saat ditanya jawaban sederhana oleh pak Rudi dan dengan polosnya mengaku tidak tahu. "Maaf pak, saya memang tidak pandai hitung-hitungan," ujarnya tanpa malu sambil menyipitkan mata manisnya.
Ketika bel istirahat berbunyi, Jojo masih terpaku di kursinya saat melihat teman-teman sekelas—bahkan yang biasanya pemalu—langsung mengerumuni Maria. Sambil memencet-mencet pulpen di tangannya sampai berbunyi klik-klik, Jojo mengamati betapa mudahnya Maria tersenyum pada semua orang, betapa naturalnya dia bercanda dengan gesture tangan yang luwes. "Dia pasti cuma bisa mengandalkan wajah," Jojo mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Tapi ketika Maria tiba-tiba menoleh ke arahnya dan melambaiikan tangan kecilnya sambil tersenyum, Jojo merasa sesuatu di dadanya berdegup tak beraturan—dan itu membuatnya sangat, sangat kesal.
Her Eyes on Me
pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh rasa denganku. Dia meminta bantuan salah satu partnerku bapak-bapak yang berusia jauh lebih tua dariku. Laki-laki itu menghabiskan sisa waktu kegiatan di hotel dengan curhat kepada bapak itu untuk mendekatiku. Sesekali meminta bantuannya untuk memberikan gantungan kunci dan beberapa kue. Dia tidak berhenti meskipun sudah beberapa kali aku menjauh. Sampai akhirnya terungkap bahwa laki-laki itu melihatku sama dengan kekasihnya yang sudah lebih dulu meninggal. Kekasihnya meninggal karena sakit. Dia membersamai kekasihnya sampai detik akhir hayatnya. Bayangan kekasihnya muncul ketika melihatku. Tapi aku menolaknya. Aku takut dia hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya.
read more
Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia
Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan dan rahasia yang disimpan, Nara terjebak dalam perselingkuhan yang mengubah hidup tiga orang sekaligus. Saat kebohongan terasa lebih mudah daripada kejujuran, satu keputusan akan menentukan: apakah cinta masih layak diperjuangkan, atau justru harus dilepaskan selamanya?
read more
Si Bodoh yang Jenius
Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelajaran. Namun setelah dipasangkan untuk belajar bersama, Jojo perlahan kagum dengan kerja keras Maria. Maria yang dulunya selalu gagal, kini semakin berkembang berkat bimbingan Jojo. Senyuman dan semangat Maria membuat hati Jojo goyah. Semakin lama, Maria tidak hanya belajar dengan baik, tapi juga menanjak pesat hingga membuat Jojo terancam. Dari hubungan guru–murid kecil-kecilan, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan hangat yang penuh ketegangan batin karena persaingan.
read more
Lolongan Terakhir di Hutan Kelam
Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas dengan tubuh tercabik. Arman, seorang pemuda desa, mulai menemukan bahwa keluarganya terikat kutukan manusia serigala. Saat ayahnya berubah menjadi monster, rahasia kelam keluarga terkuak. Arman harus melawan bukan hanya ayahnya, tapi juga roh serigala purba yang berusaha mengambil alih tubuhnya. Dengan pisau bulan, ia berusaha menghentikan kutukan, namun setiap langkah justru menyeretnya semakin dalam ke dalam kegelapan.
read more
Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan
Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di tengah kebingungan, dihadapkan pada pilihan antara Adi—cinta lama yang kembali meminta kesempatan—dan Damar, sahabat yang tulus namun diam-diam mencintainya. Di perjalanan, Rania menemukan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan pada kenangan, tapi juga berani membuka pintu baru. Apakah Rania akan memilih cinta yang pernah menyakitinya, atau cinta baru yang penuh ketenangan?
read more
Primadona Mengejar Pecundang
Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun saat melihat keteguhan dan potensi tersembunyi Zeno, ia justru berbalik jatuh hati dan bertekad membimbingnya. Tak disangka, Zeno bukan hanya menyusulnya, tapi mengalahkannya—baik dalam pelajaran, maupun dalam permainan perasaan......
read more
Bukan Untuk Kita Bertiga
Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, yang ternyata memiliki perasaan pada Dira. Dira, yang menyadari hal itu, mencoba menjauh demi menjaga persahabatan mereka, tapi justru menyebabkan konflik batin yang lebih besar. Kisah ini menggambarkan cinta yang tidak bisa dimiliki tanpa menghancurkan sesuatu yang lain.
read more
Bukan Gamon
Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cuek dan introvert—tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Sifat Hadnyan yang suka jahil tapi tidak pernah benar-benar hadir membuat Vira bimbang: nyaman, tapi terluka. Siklus hadir-menghilang Hadnyan membuat Vira kelelahan secara emosional, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun, Hadnyan yang selama ini diam mulai berubah. Perasaan mulai jujur disampaikan, luka mulai diobati.
read more
Now You’re My Favorite Hello
Aisha, siswi baru di SMA, terjebak dalam dinamika hati antara Rian—sahabat sekaligus cinta pertamanya—dan sang kakak kelas misterius yang selalu menyapanya dengan hangat. Saat proyek, lomba, dan momen-momen tak terduga mempererat mereka, pilihan sulit menanti di akhir. Di malam purnama terakhir sebelum keputusan terungkap, hati Aisha bergetar: akankah ia memilih kenyamanan bersama Rian, atau keberanian merespons sapaan hangat sang kakak kelas? perjalanan mereka berujung pada satu momen yang menentukan segalanya…
read more