Xxx Pinggir Usia
Chapter 2: Eksplorasi Diri
Malam itu, setelah selesai mengerjakan PR, Nindy duduk termenung di atas tempat tidurnya. Pikirannya masih terus tertuju pada rasa penasaran yang mengganggu sejak siang tadi. Dengan perlahan, dia meraih ponselnya dan mulai mengetik kata kunci di mesin pencari.
Hasilnya beragam. Ada artikel-artikel pendidikan seks, ada pula forum diskusi remaja. Nindy mengklik beberapa tautan, membaca dengan seksama meski pipinya memerah karena malu. Dia menemukan istilah-istilah baru seperti masturbasi, orgasme, foreplay, dan lainnya.
Tangan Nindy mulai gemetar. Ada dorongan untuk mencoba sendiri apa yang dia baca. Dia melirik ke pintu kamar yang sudah dikunci, lalu menarik nafas dalam-dalam.
Dengan perlahan, dia mulai membelai dadanya sendiri melalui seragam. Sentuhan pertama membuat tubuhnya bergetar. Nindy melanjutkan dengan lebih berani, tangannya masuk ke balik kancing seragam, merasakan tekstur kulit dan detak jantungnya yang cepat.
Tangannya turun ke bawah, membelai perut dan pinggang. Jari-jari kecil itu mencoba masuk ke dalam celana dalam, menyentuh bagian paling pribadi dari tubuhnya. Ada rasa geli dan nikmat yang aneh saat dia menggesek-gesekkan jari di sana.
Nindy menggigit bibir menahan desahan. Dia mencoba memasukkan jari tengahnya perlahan ke dalam lubang kewanitaannya. Ada rasa sakit dan perih saat jari itu masuk, tapi juga sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Tapi entah mengapa, semua itu belum cukup memuaskan rasa penasarannya. Nindy menghentikan aktivitasnya, berbaring lemas sambil menatap langit-langit kamar. Dia merasa ada yang kurang, tapi belum tahu apa.
Dengan nafas masih memburu, Nindy merapikan pakaiannya dan bersiap tidur. Rasa penasaran itu belum terjawab, tapi dia tahu ini baru permulaan dari perjalanan panjang penemuan dirinya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.