Dungeon Itu Memilihku

Chapter 1: Ujian Tanpa Harapan

Lorong-lorong gedung pemerintahan terasa seperti usus batu yang dingin. Aldi menggeser telapak tangannya di sepanjang dinding marmer, merasakan butiran debu yang menempel di peluhnya. Di depan ruang ujian, puluhan calon hunter berjejal. Beberapa memeriksa senjata mereka yang berkilau, yang lain menutup mata sambil bergumam mantra doa. Bau antiseptik bercampur aroma ketakutan.

Dia mengamati wajah-wajah itu. Seorang pria berotot dengan bekas luka di leher tertawa kasar. Perempuan bertato di lengan mengunyah permen karet terlalu cepat. Di ujung koridor, keluarga kecil berpegangan tangan—ibu dengan mata berkaca-kaca, ayah menggenggam kalung religius. Aldi menunduk. Tak ada yang menunggunya.

‘Nomor peserta 307.’ Suara mesin dari pengeras suara menggergaji kesunyian. Sekujur tubuh Aldi menegang. Pintu baja itu membuka diri seperti mulut raksasa yang lelah mengunyah harapan orang-orang.

Ruangan itu hanya seukuran sel penjara. Sebuah kursi logam dingin berdiri di tengah, terhubung ke kabel-kabel yang menjalar ke langit-langit. Pria berjas abu-abu di sudut ruangan tak mengangkat kepalanya dari tablet. ‘Duduk. Tempelkan leher ke sandaran.’

Sensor logam mencengkeram tengkuk Aldi saat duduk. Dia mendengar bunyi bip pendek, lalu derit mekanisme yang tak seharusnya keluar dari mesin sepresisi ini. Petugas itu mengerutkan kening, mengetuk tabletnya beberapa kali. Dan lagi. Dering keras menyayat udara.

‘Prosedur standar tidak berjalan. Tunggu.’ Petugas itu menekan tombol darurat. Di balik dinding kaca gelap, bayangan-bayangan teknisi berlarian. Seluruh ruangan bergetar dengan bunyi logam yang saling menghantam. Aldi merasakan kabel di lehernya memanas, kemudian mendingin tiba-tiba seperti organisme yang mati mendadak.

Setengah jam berikutnya dihabiskan dengan petugas yang berbisik di telepon, sesekali melemparkan pandangan aneh padanya. ‘Hasil akhir harus dikeluarkan,’ terdengar suara dari pengeras suara tersembunyi. Petugas itu menghela napas. ‘Kelas F. Portal akan mengantarmu keluar.’

Pintu samping terbuka ke ruang tunggu. Semua mata menatap ketika lampu merah di atas pintu menyala huruf F. Sepi yang tak alami menyeruak. Tak ada tepuk tangan, tak ada sorakan—hanya desisan pintu pneumatik yang membuka jalan untuk calon berikutnya.

‘Minimal masih bisa jadi porter kalau mau makan,’ bisik seseorang di belakang Aldi. Suara perempuan, datar, tanpa niat menyakiti—hanya menyampaikan fakta. Aldi tidak menoleh. Di luar gerbang pemerintahan, hujan tipis membasahi rambutnya. Sebuah truk pengangkut jenazah monster melintas di hadapannya, ban menyemburkan genangan air ke arah trotoar. Aldi tak menghindar. Air kotor itu mengenai sepatu usangnya, tapi yang ia rasakan hanya sensasi dingin tempat duduk logam masih menempel di kulit.

Sponsor
Banner sponsor muncul setelah chapter selesai dibaca agar ritme membaca tetap utuh.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Dungeon Itu Memilihku

Tidak semua portal bisa ditutup. Beberapa justru memilih tuannya. Aldi, seorang pengantar barang, menjadi “pemilik” dung...

Baca

Tidak sengaja bertemu dia

Diah tidak pernah menyangka, satu pertemuan kecil dengan Aril akan membuka cerita cinta yang perlahan tumbuh di antara m...

Baca

Terjebak oleh jearatan Iblis

Pagi tiba dengan damai. Maya berdiri di bawah sinar matahari, merasakan kehangatan yang sesungguhnya

Baca

Surat untuk Hari Terakhir

Nara menulis surat setiap hari untuk dirinya di masa depan, tanpa pernah menjelaskan alasannya pada siapa pun. Reno meng...

Baca

Playlist untuk Kamu

Setiap pagi di bus sekolah, Aira selalu melihat seorang cowok duduk di kursi belakang, mengenakan headset besar, menatap...

Baca

Penantang Takdir

Saat gerbang antar dimensi terbuka di bumi, selurung dimensi terhubung. Sistem antar bintang yang memiliki konsel level...

Baca

Ketika Bertahan Tak Lagi Bernama Cinta

Raka dan Alena adalah pasangan lama yang bertahan bukan karena bahagia, melainkan karena takut kehilangan. Di balik hubu...

Baca

CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

seorang CEO muda yang sukses namun dingin Dan tertutup akibat penghianatan di masa lalunya. hidupnya berubah ketika bert...

Baca

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca