delete lagi
Chapter 2: Malam Pertama Setelah Pijat
Malam itu setelah pulang dari tempat pijat, aku dan istriku seperti pasangan baru menikah. Gairah kami membara setelah sesi yang menggairahkan tadi. Di atas ranjang, kami bercinta dengan penuh nafsu. Istriku seperti wanita lain yang sangat bernafsu. Dia melayani dengan penuh semangat, mengeksplorasi berbagai gaya yang jarang kami lakukan sebelumnya.
Aku merasa sangat bahagia dan puas malam itu. Istriku juga terlihat sangat menikmati. Kami tertidur dengan pelukan hangat, saling memeluk erat.
Sejak malam itu, rutinitas bercinta kami semakin hot dan intens. Hampir setiap malam kami melakukannya, bahkan kadang di pagi hari sebelum beraktivitas. Istriku juga jadi lebih terbuka dan berani mencoba hal baru di ranjang.
Aku semakin bersemangat merayu istriku untuk mencoba pijat sensual lagi. Tapi dia masih ragu, takut hamil jika nanti benar-benar berselingkuh dengan pria lain. Istri memang tidak KB lagi sejak anak pertama kami berusia 5 tahun. Kami ingin punya anak lagi, tapi sampai anak kami yang sekarang berusia 15 tahun, istri belum juga hamil.
Istri bilang, dia mau memberikan fantasi di-entot pria lain padaku, asalkan dia sudah benar-benar hamil anakku. Janji itu membuatku semakin semangat untuk terus bercinta dengan istri setiap malam, berharap cepat-cepat menghamilinya. Karena kami sudah berusia 35-an, aku tahu waktu kami tidak banyak.
Setiap malam aku memompa sperma sebanyak-banyaknya ke dalam rahim istriku, berharap salah satu dari jutaan spermaku berhasil membuahi sel telurnya. Istri juga jadi lebih rajin berbaring dengan pinggul terangkat setelah kami bercinta, agar spermaku tidak tumpah dan punya kesempatan lebih besar mencapai sel telur.
Kami berdua sangat berharap agar istri cepat hamil. Karena hanya dengan begitu, fantasi melihatnya di-entot pria lain bisa terwujud. Cemburu dan nafsu bercampur aduk dalam diriku. Aku sangat ingin melihatnya bersama pria lain, tapi juga takut kehilangan dia.
Tunggu apalagi, segera kami akan mencoba pijat sensual lagi. Kali ini, aku berharap sesi kami akan lebih panas dan berani. Mungkin bahkan sampai pada tahap intercourse. Tapi tentu saja, itu semua tergantung pada istriku. Aku harus sabar dan terus membujuknya dengan lembut.
Malam ini, aku akan memanjakan istriku dengan pijatan sensual di rumah. Membuatnya rileks dan terangsang. Lalu, aku akan membisikkan rayuan-rayuan nakal di telinganya, mengiming-imingi fantasi bersama pria lain jika dia mau hamil duluan. Semoga strategi ini berhasil dan kami bisa segera mewujudkan fantasi liar kami berdua.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.