Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Chapter 1: Ketika Rasa Mulai Pudar

Langit pagi itu berwarna kebiruan dengan rimawan awan cumulus yang mengambang malas di atas gerbang SMA Bintang Kejora. Alya menyandarkan tubuhnya di pagar sekolah yang dicat ulang musim lalu, matamu menatap kosong ke arah gerombolan siswa yang lalu lalang. Bau anyar cat kuning di dinding sekolah bercampur dengan aroma kopi saset yang dibawa Raka dari geng motorannya.

"Lo telat lagi," gumamnya ketika melihat Raka berlari kecil menyusuri koridor, seragam putih-abunya sedikit kusut dengan ikat pinggang hitam longgar khas anak-anak geng motor. Bau parfum Dubai yang dulu pernah mereka pilih bersama kini tertutup asap rokok.

"Al, maaf ya tadi harus nungguin Deni motornya mogok di Jalan Ahmad Yani," ujar Raka sambil menyeruput kopinya, tanpa kontak mata. Matamu menatap intens genggaman tangannya yang tak lagi menyentuh jemarimu seperti dulu.

Kalian berjalan melewati aula tempat dulu pertama kali Raka mengajakmu joget di acara pensi. Suara tawa kalian saat saling menginjak kaki sepertinya masih menggema di balik lukisan mural baru bergambar grup K-pop. Sekarang kalian hanya berjalan dalam sunyi.

Di kelas 12 IPS 3, bangku kursi plastik kuning itu terasa dingin meski matahari mulai naik. Alya mencoba memulai percakapan:
"Kemaren gw liat kaos band kesukaan lo di OL Shop, murah lho—"
Tapi terpotong ketika ponsel Raka bergetar. "Eh bentar, ada WA penting dari geng." Lagi. Selalu begitu.

Bayangan kalian di kaca jendela kelas terlihat paradoks - Raka dengan hoodie merahnya yang terus mengetik, sementara Alya dengan pita rambut biru pemberiannya tahun lalu memilin-milin ujung kertas soal UTS yang tak terisi. Jam dinding berbentuk kotak itu berdetak semakin keras seiring kesunyian yang merayap di antara kalian.

Waktu istirahat tiba. Laci meja Alya berderik saat dibuka, mengeluarkan kotak bekal nasi goreng spesial yang dimasak ibunya jam 5 pagi. "Raka, makan yuk bareng—"

"Al, maaf ya... geng ada urusan di lapangan basket," potongnya sambil berdiri, tas selempang bertuliskan "Psychopath Crew" terayun di punggungnya. Aroma minyak angin cap Kapak yang masih menempel di jaketnya itu tiba-tbau menusuk hidungmu - bau yang sama waktu dia pertamakali mengantar pulang saat hujan deras tahun lalu.

Alya menghabiskan istirahat di tangga dekat toilet, menyaksikan pasangan lain saling berbaga bekal dengan canda tawa. Dulu Raka pernah ngambilin sambel buat nasgor ini sampai lima sendok... Pikirannya terhenti ketika ponselnya bergetar. Notifikasi Instagram: @raka_psychopath mengunggah story di lapangan basket - bersenda gurau dengan Sanggar, cewek anggota baru geng motorannya yang selalu memakai gelang kulit ikat darah.

Matahari mulai condong ketika bel pulang berbunyi. Raka muncul dengan keringat menggemerlap di pelipis, tasnya penuh stiker baru bertuliskan "Born to be Wild".

"Al, lo pulang duluan ya? Gw ada meeting geng sampe maghrib," katanya sambil nyalakan motor matic barunya yang dipasang knalpot racing. Suaranya menggema di parkiran sekolah yang mulai sepi.

Alya mengangguk lemah, jari-jemarinya meremas ritsleting tas selempang yang dulu dibeli Raka waktu mereka hiking ke Gunung Bintaro. Debu di tapak sepatunya menulis kesepian saat berjalan menyusuri trotoar yang dipenuhi coretan nama pasangan-pasangan lain.

Angin sore berhembus membawa daun kering dan kenangan-kenangan manis yang perlahan mengikis. Di depan gerai es krim tempat pertama kali mereka berciuman, Alya berhenti. Kaca pajang memantulkan bayangan sendiri yang mulai asing. Es krim rasa stroberi yang dulu selalu dibeli berdua kini terasa pahit di lidahnya sendiri.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun...

Baca

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, ya...

Baca

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cue...

Baca