Tidak sengaja bertemu dia
Chapter 2: Pura-pura Pacaran
Diah menatap Aril dengan ragu. Tawaran untuk menjadi pacar pura-pura sampai akhir semester itu menggantung di udara.
“Kamu serius?” tanya Diah, masih tidak percaya.
Aril mengangguk. “Serius. Please, Diah. Bantu aku.”
Diah menghela napas. Ia merasa terjebak. Di satu sisi, ia kasihan pada Aril yang ingin menghindari tekanan keluarganya. Tapi di sisi lain, berpura-pura pacaran itu aneh dan tidak nyaman baginya.
“Baiklah,” Diah akhirnya menyerah. “Tapi ini hanya sampai akhir semester, lalu kita putus.”
Aril tersenyum lega. “Terima kasih, Diah. Kamu penyelamatku.”
Mereka berjabat tangan, menyetujui ‘kesepakatan’ itu. Perasaan aneh langsung menghampiri Diah. Apa yang baru saja ia setujui? Pura-pura pacaran dengan cowok paling populer di sekolah. Kegilaan apa ini?
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.