Tidak sengaja bertemu dia
Chapter 2: Pura-Pura Pacaran
Diah menatap kosong papan tulis yang penuh coretan rumus fisika. Tapi pikirannya melayang jauh, kembali ke koridor tadi pagi saat Aril menyerahkan secarik kertas bertuliskan 'jadi pacarku'.
"Apa-apaan ini?" geram Diah dalam hati. Ia tidak mengerti mengapa Aril tiba-tiba mengajukan tawaran semacam itu. Mereka memang sudah lama kenal, tapi hanya sebatas teman biasa. Diah tidak pernah membayangkan hubungan mereka melampaui batas pertemanan.
Bel masuk berbunyi, membuyarkan lamunan Diah. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan pikiran sebelum guru masuk ke kelas. Tapi kepalanya masih pening memikirkan ucapan Aril.
Pelajaran demi pelajaran berlalu tanpa Diah benar-benar memahami apa yang disampaikan guru. Catatannya hanya berupa coretan-coretan tak beraturan, sama berantakannya dengan isi kepalanya saat ini.
Saat bel istirahat berbunyi, Diah langsung mengemas bukunya dan bergegas keluar kelas. Ia membutuhkan udara segar untuk menenangkan diri. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Aril bersandar di dinding, seperti menunggunya.
"Kita perlu bicara," kata Aril datar ketika Diah mendekat. Diah menghela napas, tahu ia tidak bisa menghindari pembicaraan ini lebih lama lagi. Dengan berat hati, ia mengangguk.
Diatidak tahu bagaimana harus menanggapi tawaran Aril. Di satu sisi, ia ingin membantu temannya keluar dari masalah. Tapi di sisi lain, berpura-pura pacaran terasa seperti langkah yang terlalu jauh. Diah harus bersikap hati-hati.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.