Tidak sengaja bertemu dia
Chapter 1: Langit Mendung di Hatinya
Pagi itu, langit terlihat mendung. Bukan hanya langit di atas sekolah, tapi juga langit di dalam hati Diah. Ia berdiri di depan gerbang SMA Harapan Bangsa dengan seragam putih abu-abu yang sudah disetrika rapi semalam. Rambut hitam panjangnya diikat sederhana, sepatunya bersih meski sudah agak usang, dan tas di punggungnya tampak lebih berat dari biasanya.
Padahal isinya hanya beberapa buku pelajaran. Yang membuat tas itu terasa berat bukan bukunya. Melainkan pikiran Diah.
"Diah!" Suara seorang perempuan terdengar dari belakang. Diah menoleh dan melihat Rina, sahabat sekelasnya, berlari kecil menghampiri.
"Kamu kok bengong di gerbang?" tanya Rina sambil mengatur napas. Diah tersenyum tipis. "Enggak apa-apa. Cuma… masih ngantuk."
Rina menyipitkan mata. Ia sudah terlalu lama mengenal Diah untuk percaya begitu saja dengan alasan itu. Tapi ia juga tahu kapan harus mendiamkan kecurigaannya.
"Yuk masuk. Nanti kesiangan," kata Rina sambil menyentil lengan Diah. Diah menarik napas dalam dan mengangguk.
Saat mereka melangkah menuju kelas, Diah mencoba mencari alasan untuk tidak menemui Aril di koridor lantai dua nanti. Tapi alasan yang muncul di kepalanya terdengar seperti sekadar alasan.
To be continued…
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.