zombicide the old west
Chapter 1: Kuntilanak di Valentine
Di sore hari di Valentine, kota yang biasanya tenang di bawah langit merah senja mulai bergetar dengan bisikan aneh. Jalan utama yang berliku bumper seakan berdebar dingin saat seekor kutilang mati berdiri kembali, kulitnya berd kelas halus seperti abu, mata berbinar dengan kilauan aneh. Penduduk yang sedang menumpangkan ember di warung kopi melihat nummeru itu berjalan perlahan ke arah mereka, mulutnya terbuka tanpa suara, tapi dari dalam munculkan gugup berulang kali yang menakutkan. Seorang anak laki-laki berumurdua tujuh belas tahun berlari menumpus pintu gerbang kota, tapi pintu itu menutup pikirannya sehingga ia terjebak di tengah jalan berpasir. Di balik bangku papan admiral, seekor anjing liang berlari menemukannya dan menggigit tangannya, menimbulkan nyira yang menggelegak di kulit. Seorang banci betawi yang sebelumnya tinggal di sudut kota kini berteriak meminta bantuannya, tapi suaranya terluka oleh tirai kebingungan. Seorang kawan ranah yang bernama Budi menggenggam pisau besi yang new terkilat, menatap mata-beku zombie yang muncul dari balik bangunan roh, lalu memotong lengan mereka dengan kejar-kajar yang tajam. Rakasa battle dimulai, senjata api berapi-api berembus di udara, menembak ke arah mob yang bergetar, menghasilkan lumuran api yang menyinari langit berwarna oranye. Namun, setiap shot yang di tembak kembali menghasilkan suara kecewa dari korban yang terluka, menambah beban keputusasaan yang menakutkan. Di tengah kekacauan, seorang nenek tua yang dulu hanya duduk diam di depan warung sembuh muncul dari kegelapan, matanya berbinar seperti bintang yang bersinar di malam hari, dan berkata sesuatu yang hanya bisa didengar oleh jiwa yang masih bersatu. Ia mengucapkan kata kata yang mengandung amarah dan harapan sekaligus Menyayangi manusia yang masih ber fighting, menegaskan bahwa kota ini tak akan runtuh selama ada yang bersedia berperang. Seorang gundah berdering di atas tanah berpasir, memancarkan debu yang menutupi bintang-bintang, menunjukkan petunjuk pada jalan yang tersembunyi di balik rumah ini. Namun, jalan itu dipenuhi ginsebu dan cacingan beracun yang melayang-layang mengelilingi sembuh, menuntut keberanian luar biasa untuk melangkah. Di tengah suara tangisan, detak jantung, dan kejar-kejaran, kohesifnya manusia di Valentine mulai mengikat jasih, menjanjikan akan melawan kekuatan tak terduga yang kembali mengh LI TZOMBIE, mengajak setiap jiwa yang masih hidup untuk berdiri bersamanya. Kini, setia pimpinan kota yang berpakaian kulit berwarna Abu mengangkat bendera kecil ber simbol harapan, menandakan bahwa masa depan masih bisa diubah, meski dunia ini telah berubah menjadi surga mati.
Sponsor
Banner sponsor muncul setelah chapter selesai dibaca agar ritme membaca tetap utuh.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.