Aku, Kamu, dan Kebodohanku
Chapter 4: Bab 4: Benih Cinta yang Mulai Tumbuh
Keramaian kota menyelimuti mereka dengan suara dan cahaya yang saling bersaing. Lila dan Adrian berjalan berdampingan, namun keduanya seperti terpisah dari dunia sekitarnya. Mereka tenggelam dalam getaran aneh yang hanya bisa dirasakan oleh mereka berdua. Lila menarik nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri, tetapi hatinya terus berdebar kencang setiap kali matanya bertemu dengan Adrian.
Di tengah keramaian itu, Adrian tiba-tiba berhenti, menarik perhatian Lila. Dia memandanginya dengan tatapan yang penuh makna, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Lila merasa seperti waktu berhenti sejenak, dunia di sekitarnya menjadi blur, dan hanya Adrian yang terfokus dengan jelas.
'Li, ada sesuatu tentangmu yang membuatku sulit untuk berpikir jernih,' Adrian akhirnya mengungkapkan, suaranya lembut namun penuh dengan intensitas. Lila merasakan kehangatan yang tiba-tiba muncul, menyelimutinya seperti selimut di malam yang dingin.
Lila tersenyum, senyum yang penuh dengan harapan kecil yang mulai tumbuh di hatinya. 'Aku merasa hal yang sama, Adrian,' dia membalas, suaranya hampir berbisik, seolah-olah takut memecah momen yang rapuh ini.
Mereka saling memandang lagi, dan dalam tatapan itu, ada sebuah pengakuan diam-diam bahwa apa yang terjadi di antara mereka adalah sesuatu yang istimewa. Benih cinta mulai tumbuh, dan mereka berdua menyadari bahwa ini hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Bab ini berakhir dengan harapan dan perasaan hangat yang mengisi hati mereka, siap untuk membawa mereka ke bab selanjutnya dalam perjalanan cinta mereka.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.