Asmara yang Terkikis: Cinta di Ambang Luka
Chapter 1: Pertemuan Pertama
Langit pagi itu cerah, dengan sinar matahari yang hangat menerangi kampus Universitas Padjadjaran. Nadia, mahasiswa baru Fakultas Psikologi, melangkah dengan semangat menuju gedung kuliah. Tas ransel merah muda yang ia bawa terasa ringan, seolah mencerminkan perasaannya yang penuh harapan. Ini adalah hari pertama kuliah, dan Nadia tidak sabar untuk memulai petualangan baru dalam hidupnya.
Di sisi lain, Reza, mahasiswa Fakultas Teknik, sedang duduk di bangku taman kampus sambil menikmati secangkir kopi. Matanya yang tajam memandang sekeliling, menikmati suasana pagi yang tenang. Tiba-tiba, pandangannya tertuju pada seorang gadis yang berjalan dengan langkah pasti. Nadia. Reza tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ada sesuatu tentang gadis itu yang menarik perhatiannya.
Tanpa disadari, Nadia berhenti di depan gedung kuliahnya dan melihat ke arah Reza. Mata mereka bertemu, dan untuk sesaat, waktu seolah berhenti. Nadia tersenyum kecil, sementara Reza membalas dengan anggukan kepala. Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan mendalam bagi keduanya.
Hari itu, Nadia dan Reza tidak saling berbicara, tetapi pertemuan pertama mereka menjadi awal dari sesuatu yang indah. Mereka tidak tahu bahwa di balik senyum dan tatapan itu, benih-benih cinta mulai tumbuh, siap mekar di hari-hari mendatang.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.