Meraih Mimpi
Chapter 1: Bab 1: Awal yang Baru
Nisa menggigit bibirnya, mencoba menenangkan detak jantung yang berdegup kencang. Ia baru saja tiba di kota ini, dan semuanya terasa begitu berbeda dari kota kecil tempatnya dibesarkan. Udara yang padat, suara klakson yang tak pernah berhenti, dan orang-orang yang berlalu lalang dengan cepat—semua terasa kacau namun menarik.
Ketika dia melihat papan petunjuk arah, Nisa memutuskan untuk berhenti sejenak. Ia duduk di pinggir trotoar, menikmati seulas udara yang dipenuhi aroma kopi dari kedai di seberang jalan. Pikirannya melayang pada semua impian yang dibawanya ke kota ini—kuliah, karier, dan kehidupan yang lebih baik.
Setelah beberapa saat, Nisa bangkit dan melanjutkan pencariannya untuk kamar kos yang terjangkau. Beberapa jam kemudian, ia menemukan kosan sederhana yang dimiliki oleh seorangibu rumah tangga yang ramah. Kamar itu sederhana, tapi Nisa merasa lega karena akhirnya memiliki tempat untuk tinggal.
Malam pertamanya di kota ini, Nisa duduk di jendela kamar kecilnya, menatap bintang yang samar-samar terlihat di balik lampu kota yang terang. Ia merasa begitu kecil di tempat yang luas ini, namun dalam hati, ia yakin ini adalah awal dari sesuatu yang indah.
Dengan senyum kecil, Nisa menutup jendela dan tidur nyenyak, siap menghadapi hari pertamanya di kota baru.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.