Pahlawan Pilihan? Salah Orang!

Chapter 1: Bab 1: Ramalan Agung dan Kekacauan Istana

Langit di atas Istana Agung tiba-tiba berubah warna, dari biru cerah menjadi ungu keunguan, seolah-olah alam semesta sendiri sedang bersiap untuk sesuatu yang besar. Gemuruh rendah terdengar di kejauhan, dan angin berhembus kencang, membawa bisikan misterius yang hanya bisa didengar oleh mereka yang memiliki telinga yang tajam. Ramalan Agung telah diumumkan, dan seluruh istana langsung terjerat dalam kekacauan.

Para pelayan berlarian tanpa arah, saling bertabrakan sambil membawa berbagai barang yang sepertinya tidak penting. Para penasihat kerajaan berkumpul di ruang takhta, bersuara keras dan saling menyalahkan atas ketidaksiapan mereka. Raja sendiri duduk dengan wajah pucat, memandangi jendela besar yang menampilkan langit yang semakin gelap. 'Ini tidak mungkin!' katanya, suaranya gemetar, 'Ramalan itu seharusnya datang seratus tahun lagi!'

Sementara itu, di sudut istana yang jarang dikunjungi, sistem magis yang kompleks mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Bola kristal yang biasanya bersinar terang tiba-tiba berkedip-kedip, dan suara aneh keluar dari perangkat komunikasi magis. Seorang pegawai call center bernama Joni, yang seharusnya berada di kantornya di dunia nyata, tiba-tiba muncul di tengah-tengah kekacauan ini. Joni memandang sekeliling dengan mata bulat, memegang headset di tangannya. 'Apa yang terjadi di sini? Kenapa ada begitu banyak orang pakai jubah?'

Para pelayan dan penasihat mulai memperhatikan Joni, dan bisik-bisik mulai menyebar. 'Apakah dia pahlawan yang dipanggil oleh Ramalan?' 'Dia terlihat… aneh.' 'Tapi dia membawa benda yang aneh di telinganya!' Joni sendiri hanya bisa menggaruk kepalanya, bingung dengan situasi yang dia hadapi. 'Saya hanya mencoba membantu pelanggan saya dengan masalah pembayaran… Bagaimana saya bisa sampai di sini?'

Ketika kekacauan mencapai puncaknya, suara gemuruh kembali terdengar, dan cahaya terang muncul dari langit, menunjuk ke arah Joni. 'Pahlawan telah dipilih!' suara itu bergema di seluruh istana. Joni menghela napas panjang, menatap ke atas. 'Baiklah, mungkin ini akhirnya petualangan yang saya tunggu-tunggu.'

Bab berakhir dengan Joni berdiri di tengah istana, dikelilingi oleh orang-orang yang memandangnya dengan penuh harapan dan keheranan. Langit masih berwarna ungu, dan bintang-bintang mulai berkilauan, seolah-olah menandakan awal dari sesuatu yang luar biasa.

Sponsor
Banner sponsor muncul setelah chapter selesai dibaca agar ritme membaca tetap utuh.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

deleted

delete

Baca

Penantang Takdir

Saat gerbang antar dimensi terbuka di bumi, selurung dimensi terhubung. Sistem antar bintang yang memiliki konsel level...

Baca

Ketika Bertahan Tak Lagi Bernama Cinta

Raka dan Alena adalah pasangan lama yang bertahan bukan karena bahagia, melainkan karena takut kehilangan. Di balik hubu...

Baca

CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

seorang CEO muda yang sukses namun dingin Dan tertutup akibat penghianatan di masa lalunya. hidupnya berubah ketika bert...

Baca

le

harus bisa

Baca

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca