Playlist untuk Kamu

Chapter 4: Ritual Diam-Diam dalam Nada

Keringat dingin menggelitik telapak tangan Aira yang mencengkeram ponsel seperti hidupnya tergantung padanya. Kursi bus yang bergetar mengikuti jalan berlubang seolah memantulkan detak jantungnya yang tak beraturan. Setiap pagi selama seminggu terakhir, ritual yang sama terulang - dia duduk di baris ketiga, sementara bayangan berhoodie itu tetap di bangku belakang, kedua tangan selalu terkubur dalam saku jaket.

Notifikasi Spotify berbunyi tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 7:15. Aira nyaris menjatuhkan ponsel. Sebuah playlist baru muncul dari pengguna 'Orion'sStrings', judulnya 'Echoes from the 3rd Row'. Tangannya gemetar saat menggeser daftar lagu - 'Talk' oleh Hozier, 'Electric Feel' oleh MGMT, lalu 'Do I Wanna Know?' oleh Arctic Monkeys. Setiap pilihan lagu seperti tamparan halus yang membuat telinganya memerah.

Saat bus melewati terowongan, pantulan cahaya dari jendela memungkinkan Aira melihat bayangan di kaca - cowok itu menunduk, jemarinya dengan lihai memutar-mutar kabel earphone di antara buku-buku jari yang panjang. Aira menghela nafas dalam-dalam sebelum menekan tombol play. Lagu pertama mengalir, vokal Hozier yang dalam seperti suara dari dalam tanah: 'You don't have to sing it nice, but honey sing it strong'. Kaki kanannya tanpa sadar mengetuk lantai bus mengikuti irama.

Esok harinya, Aira membalas dengan playlist berjudul 'Fermi Paradox'. Lagu pembukanya 'Space Song' oleh Beach House sengaja dia setel tepat ketika bus melewati jembatan. Dari sudut matanya, dia melihat gerakan tiba-tiba - cowok itu mengangkat kepala, hoodie-nya sedikit terjatuh, memperlihatkan rambut hitam ikal dan garis rahang yang tegas. Telinga kirinya yang bertato not balok bergerak hampir tak kasat mata, mungkin sedang mengikuti melodi yang sama.

Pertukaran berikutnya terjadi di hari hujan. Playlist berjudul 'Wet Static' dari Orion'sStrings berisi 'Rain' oleh SWV dan 'Umbrella' oleh The Baseballs. Aira memencet tombol repeat ketika lagu Rihanna versi rockabilly itu memenuhi telinganya. Saat dia menoleh sembunyi-sembunyi, cowok itu sedang mengusap kaca berembun dengan jari telunjuk, menulis sesuatu yang terlalu cepat menghilang. Tapi Aira bisa bersumpah itu bentuk treble clef.

Suatu pagi yang tidak biasa, playlist baru datang lebih awal. 'Telescope Heart' berisi lagu-lagu seperti 'Satellite' oleh Guster dan 'Stargazing' oleh Kygo. Aira menyipitkan mata membaca deskripsi: 'For the girl who sees constellations in bus seat patterns'. Dadanya sesak. Dari forum astronomi dia tahu persis itu referensi terhadap komentar lamanya tentang menemukan bentuk Orion di motif jok bus.

Ritual ini terus berlanjut. Setiap playlist seperti surat rahasia yang hanya mereka berdua yang punya kode untuk memecahkannya. Ketika Aira mengirim 'Black Hole Sonata' dengan lagu 'Gravity' oleh Sara Bareilles, cowok itu membalas dengan 'Event Horizon' berisi 'Pull Me Under' oleh Dream Theater. Mereka saling berkomunikasi melalui intro lagu yang dipotong pendek, lirik tertentu yang ditebalkan di deskripsi, bahkan durasi playlist yang selalu 33 menit 13 detik - angka yang Aira curigai merujuk pada sesuatu.

Suatu hari, sesuatu yang luar biasa terjadi. Playlist pagi itu berjudul 'Proxima b'. Lagu pertama 'Closer' oleh Nine Inch Nails membuat Aira tersedak air liur. Tapi yang lebih mengejutkan adalah lagu terakhir - 'Your Song' cover oleh Ewan McGregor, dengan catatan di deskripsi: 'Tomorrow, 7:15, earphone splitter?'. Aira harus menekan kedua telapak tangannya yang dingin ke pipi yang tiba-tiba membara.

Pagi berikutnya, bangku ketiga kosong. Aira berjalan perlahan melewati deretan kursi, darah berdesir di telinganya. Di bangku belakang, sepasang earphone terjulur dari bawah jaket hoodie hitam - satu kabel dengan dua jack. Cowok itu tidak menoleh, tapi tangannya yang bertato bergerak menyodorkan jack lainnya. Di layar ponselnya yang digenggam erat, playlist baru berjudul 'First Contact' sedang diputar, lagu pertamanya 'The Sound of Silence' versi Disturbed.

Dengan napas yang menggumpal di tenggorokan, Aira duduk di sebelahnya - tepat 30 cm lebih dekat daripada biasanya. Jack earphone masuk ke port ponselnya dengan klik halus. Saat intro gitar yang mengerikan itu mulai bermain, bahu kanannya merasakan kehangatan dari tubuh di sebelah - sangat nyata, sangat hidup, sangat berbeda dari bayangan yang selama ini dia amati dari jauh.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun...

Baca

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, ya...

Baca

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cue...

Baca